Kuatbaca.com - Fenomena sejumlah Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang mengalami kekurangan peserta didik baru mendapat perhatian serius dari pemerintah. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mulai melakukan pendataan terhadap sekolah-sekolah negeri yang memiliki jumlah siswa sangat sedikit.Langkah tersebut dilakukan setelah muncul laporan mengenai beberapa SDN di berbagai daerah yang hanya menerima satu hingga beberapa siswa baru pada tahun ajaran berjalan. Kondisi ini dinilai perlu dikaji karena berkaitan dengan pemerataan layanan pendidikan, efektivitas pengelolaan sekolah, serta distribusi tenaga pendidik.Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mengatakan pihaknya sedang mengumpulkan data mengenai sekolah dengan jumlah siswa yang rendah."Kementerian sedang mendata sekolah yang jumlah muridnya kurang dari 60," kata Abdul Mu'ti.1. Kemendikdasmen Akan Bahas Masalah SDN Sepi PeminatAbdul Mu'ti menyampaikan bahwa persoalan menurunnya jumlah murid di sejumlah SD negeri telah dikomunikasikan dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.Menurutnya, pemerintah pusat perlu duduk bersama untuk mencari solusi terbaik agar keberadaan sekolah tetap mampu memberikan layanan pendidikan berkualitas tanpa mengabaikan kondisi demografi di masing-masing daerah."Secara non formal saya sudah menyampaikan masalah menurunnya jumlah murid SD kepada Bapak Mendagri. Nanti akan diadakan rapat khusus membahas fenomena tersebut," ujar Mu'ti.Rapat khusus tersebut nantinya diharapkan dapat menghasilkan kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan daerah, termasuk kemungkinan penataan sekolah berdasarkan jumlah penduduk usia sekolah.2. Jumlah Siswa Minim Terjadi di Sejumlah SD NegeriFenomena SD negeri sepi peminat terjadi di beberapa wilayah Pulau Jawa pada penerimaan siswa baru tahun ini. Ada sekolah yang tetap menjalankan kegiatan penyambutan siswa meskipun jumlah peserta didik yang masuk sangat terbatas.Salah satunya terjadi di SDN Purwoyoso 01, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah. Sekolah tersebut hanya mendapatkan tiga siswa baru untuk tahun ajaran 2026/2027.Meski jumlah peserta didik sangat sedikit, pihak sekolah tetap memberikan penyambutan layaknya penerimaan siswa pada umumnya. Para siswa baru tetap mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dengan suasana yang meriah.3. SDN Purwoyoso Tetap Sambut Tiga Siswa dengan AntusiasKepala SDN Purwoyoso 01 Semarang, Hajar Riatiani, menjelaskan bahwa sebelumnya terdapat lima calon peserta didik yang melakukan pendaftaran. Namun, dua calon siswa tidak melanjutkan proses daftar ulang."Yang mendaftar online ada lima. Tapi dua tidak daftar ulang, jadi yang fix masuk hanya tiga siswa," jelas Hajar.Walaupun jumlah siswa baru hanya tiga orang, sekolah tetap berusaha menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Pihak sekolah bahkan menyiapkan penyambutan dengan tema khusus agar siswa tetap merasa nyaman saat memasuki lingkungan pendidikan baru."Berapa pun muridnya, tetap kita sambut dengan meriah. Setiap tahun kita ganti tema. Kali ini temanya sirkus, ada badutnya juga," tegas Hajar.Menurut pihak sekolah, jumlah siswa yang sedikit tidak boleh mengurangi semangat guru dalam memberikan pelayanan pendidikan terbaik.4. Satu Siswa Baru di SDN 2 Cepokosawit BoyolaliKondisi serupa juga terjadi di SDN 2 Cepokosawit, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Pada tahun ajaran baru ini, sekolah tersebut hanya menerima satu siswa baru bernama Khanza.Meski jumlah peserta didik sangat terbatas, pihak sekolah tetap berkomitmen memberikan pembelajaran secara maksimal. Guru menilai setiap anak yang telah dipercaya orang tua untuk bersekolah di sana tetap memiliki hak mendapatkan pendidikan berkualitas.Guru kelas 1 SDN 2 Cepokosawit, Andiyani Mudrikah, mengakui kondisi tersebut sempat membuat pihak sekolah memiliki perasaan berbeda."Ya awalnya merasa, apa ya, minder ada. Tapi balik lagi, kita harus, seberapa pun muridnya, harus tetap semangat, kita layani sebaik-baiknya," ungkap Andiyani.Ia menambahkan bahwa jumlah siswa yang sedikit justru membuat guru dapat memberikan perhatian lebih kepada setiap peserta didik."Jadi harus optimal juga untuk mengajarnya," tambahnya.5. SDN 2 Plandaan Tulungagung Terima Dua Siswa BaruKasus serupa juga ditemukan di SDN 2 Plandaan, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Sekolah tersebut hanya menerima dua siswa baru pada tahun ajaran kali ini.Salah satu siswa baru bernama Candra Mohammad Saputra menjadi perhatian ketika datang ke sekolah pada hari pertama masuk. Ia datang bersama kakek dan neneknya dengan mengenakan pakaian sederhana, bukan seragam sekolah.Candra datang menggunakan kaus, celana pendek, sandal jepit, serta membawa tas ransel. Kehadirannya tetap disambut oleh para guru yang memberikan pelayanan terbaik bagi siswa baru tersebut.Nenek Candra bahkan sempat meminta maaf karena datang terlambat saat memasuki area sekolah."Ngapunten terlambat, wonten tamu niki wau (maaf terlambat, tadi masih ada tamu)," ujar nenek Candra.