
Kuatbaca.com - Status lahan dan bangunan eks Hotel Sultan kembali menjadi sorotan setelah pemerintah memastikan aset tersebut telah dieksekusi dan diserahkan kembali kepada negara. Kepastian ini membuka babak baru dalam penataan kawasan strategis di jantung ibu kota, khususnya di sekitar kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.
Pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara mulai menyiapkan skema pengelolaan baru untuk kawasan tersebut. Pengelolaan nantinya akan melibatkan ekosistem BUMN pariwisata dan infrastruktur yang berada di bawah naungan InJourney serta entitas pengelola lainnya yang relevan.
Langkah ini diambil setelah seluruh proses administratif di kementerian terkait diselesaikan, sehingga pengelolaan kawasan dapat segera dialihkan secara resmi.
1. Danantara Siapkan Skema Pengelolaan Terpadu Kawasan GBK
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa pengelolaan kawasan eks Hotel Sultan akan dilakukan secara terintegrasi melalui sistem pengelolaan yang sudah dimiliki negara.
Menurut rencana, kawasan tersebut akan dikelola bersama InJourney dan Meru sebagai bagian dari strategi pengembangan aset negara agar lebih produktif dan bernilai ekonomi tinggi.
Pengelolaan ini tidak hanya berfokus pada satu titik bangunan saja, tetapi juga mencakup kawasan luas di sekitar GBK yang selama ini menjadi pusat aktivitas olahraga, bisnis, dan hiburan di Jakarta.
2. Potensi Pembongkaran Hotel Sultan Masuk Rencana Jangka Panjang
Salah satu poin yang menjadi perhatian publik adalah kemungkinan pembongkaran bangunan eks Hotel Sultan. Pemerintah membuka peluang bahwa struktur bangunan lama tersebut tidak akan dipertahankan dalam rencana pengembangan kawasan baru.
Rosan Roeslani menyampaikan bahwa konsep pengembangan kawasan masih dalam tahap perencanaan, namun opsi pembongkaran menjadi salah satu kemungkinan yang dipertimbangkan untuk mendukung desain ulang kawasan secara menyeluruh.
Langkah ini dinilai sejalan dengan upaya penataan ulang kawasan strategis agar lebih modern, terintegrasi, dan memiliki nilai tambah yang lebih besar bagi negara.
3. Kawasan Akan Disulap Jadi Ikon Baru Indonesia
Pemerintah menargetkan kawasan eks Hotel Sultan dan sekitarnya akan menjadi ikon baru Indonesia yang mampu bersaing dengan destinasi perkotaan kelas dunia. Transformasi ini tidak hanya menyentuh aspek bangunan, tetapi juga tata ruang dan fungsi kawasan secara keseluruhan.
Rencana besar ini mencakup revitalisasi area yang lebih luas, termasuk kawasan olahraga, ruang terbuka publik, hingga fasilitas penunjang lainnya di area GBK yang memiliki total luas mencapai ratusan hektar.
Transformasi ini diharapkan dapat menjadikan Jakarta memiliki pusat destinasi terpadu yang tidak hanya berfungsi sebagai kawasan olahraga, tetapi juga pusat ekonomi dan pariwisata modern.
4. Konsep Sport Tourism Jadi Arah Pengembangan GBK
Selain menjadi ikon baru, kawasan GBK juga dirancang untuk dikembangkan sebagai pusat sport tourism bertaraf internasional. Konsep ini menggabungkan aktivitas olahraga, hiburan, dan pariwisata dalam satu ekosistem yang saling terintegrasi.
Seluruh fasilitas yang ada akan ditingkatkan agar memenuhi standar global, sehingga mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara. Pemerintah ingin menjadikan kawasan ini sebagai pusat aktivitas yang hidup sepanjang tahun, bukan hanya saat ada event olahraga besar.
Dengan pendekatan ini, GBK diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi baru di Jakarta melalui sektor pariwisata dan industri kreatif.
5. Pengembangan Kawasan Akan Disesuaikan dengan Rencana Besar Nasional
Pemerintah menegaskan bahwa pengembangan kawasan eks Hotel Sultan tidak dilakukan secara terpisah, melainkan menjadi bagian dari rencana besar penataan kawasan GBK secara keseluruhan.
Setiap destinasi baru yang akan dibangun nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan jangka panjang, termasuk potensi investasi dan dampak ekonomi yang dihasilkan.
Konsep pengembangan ini juga diarahkan untuk menciptakan kawasan terpadu yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memperkuat citra Indonesia di mata dunia.
6. Arahan Presiden Fokus pada Pemanfaatan Optimal Aset Negara
Dalam proses perencanaan ini, Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan agar seluruh aset negara dimanfaatkan secara optimal dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional.
Arahan tersebut menjadi dasar dalam penyusunan konsep pengembangan kawasan eks Hotel Sultan, termasuk memastikan setiap langkah yang diambil memberikan nilai tambah yang maksimal bagi masyarakat.
Pemerintah menekankan bahwa pengelolaan aset negara tidak hanya berorientasi pada pemanfaatan jangka pendek, tetapi juga harus mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di masa depan.