
Kuatbaca.com - Presiden Prabowo Subianto menyoroti perubahan pendapatan yang diterima pengemudi ojek online atau ojol setelah pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026. Menurut klaim yang disampaikan Prabowo, kebijakan tersebut telah memberikan dampak terhadap penghasilan sejumlah pengemudi transportasi online.
Dalam pernyataannya, Prabowo menyebut terdapat pengemudi yang mengalami peningkatan pendapatan secara signifikan. Bahkan, berdasarkan laporan yang diterimanya, kenaikan penghasilan disebut dapat mencapai dua hingga tiga kali lipat.
Pernyataan tersebut kemudian mendapat perhatian dari organisasi yang mewakili pengemudi ojol. Asosiasi menilai perubahan aturan mengenai pembagian pendapatan menjadi salah satu perkembangan penting bagi posisi ekonomi para pengemudi transportasi online.
1. Perubahan Pembagian Pendapatan Jadi Sorotan
Salah satu poin penting dalam kebijakan baru tersebut berkaitan dengan perubahan persentase pendapatan yang diterima pengemudi. Sebelumnya, skema pembagian pendapatan yang menjadi perhatian pengemudi berada pada angka 80 persen untuk mitra pengemudi dan 20 persen untuk aplikator.
Melalui aturan baru, porsi yang diterima pengemudi meningkat menjadi 92 persen. Sementara bagian yang dialokasikan untuk aplikator menjadi 8 persen.
Perubahan tersebut menjadi salah satu tuntutan yang telah lama diperjuangkan sebagian pengemudi transportasi online. Dengan adanya perubahan persentase, pengemudi berharap pendapatan bersih yang mereka terima dapat menjadi lebih baik dan memberikan kepastian dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari.
2. Garda Indonesia Beri Respons Positif
Ketua Umum Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono, menyambut positif pernyataan Presiden mengenai peningkatan pendapatan pengemudi ojol. Menurutnya, kebijakan pemerintah menunjukkan adanya perhatian lebih besar terhadap kondisi ekonomi pekerja sektor transportasi berbasis aplikasi.
Bagi asosiasi pengemudi, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan besaran komisi. Hal yang dianggap lebih penting adalah adanya landasan aturan yang memberikan kepastian mengenai posisi dan hak ekonomi pengemudi dalam ekosistem transportasi online.
Dengan adanya regulasi yang lebih jelas, pengemudi diharapkan memiliki perlindungan yang lebih kuat ketika berhadapan dengan perubahan kebijakan perusahaan aplikasi maupun dinamika industri transportasi digital.
3. Perpres 27 Tahun 2026 Dinilai Beri Kepastian Hukum
Terbitnya Perpres Nomor 27 Tahun 2026 dinilai menjadi perkembangan penting dalam hubungan antara pengemudi, perusahaan aplikasi, dan pemerintah. Aturan tersebut memberikan kerangka regulasi yang lebih tegas mengenai keberadaan transportasi online dan kepentingan para mitra pengemudi.
Bagi pengemudi, kepastian hukum menjadi hal yang penting karena sebagian besar pendapatan mereka bergantung pada aktivitas melalui platform digital. Perubahan algoritma, skema insentif, biaya layanan, hingga pembagian pendapatan dapat berdampak langsung terhadap penghasilan harian.
Karena itu, keberadaan regulasi diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara kepentingan perusahaan aplikasi dengan kebutuhan pengemudi yang menjadi bagian penting dari layanan transportasi online.
4. Pengemudi Ojol Disebut Punya Hak Ekonomi yang Perlu Dilindungi
Asosiasi pengemudi melihat pekerja transportasi online sebagai kelompok yang memiliki kepentingan ekonomi yang perlu mendapat perlindungan. Mereka tidak hanya berperan sebagai penyedia layanan kepada pengguna, tetapi juga menggantungkan penghasilan keluarga dari pekerjaan tersebut.
Perubahan porsi pendapatan dari 80 persen menjadi 92 persen menjadi salah satu indikator yang dinilai dapat memperkuat posisi ekonomi pengemudi. Namun, dampak sebenarnya terhadap penghasilan masing-masing pengemudi tetap dapat berbeda.
Besarnya pendapatan ojol tidak hanya ditentukan oleh persentase pembagian hasil. Jumlah order, tarif perjalanan, jam kerja, lokasi operasional, biaya operasional kendaraan, insentif, dan kondisi permintaan juga ikut menentukan pendapatan yang dibawa pulang oleh pengemudi.
5. Klaim Penghasilan Naik Tiga Kali Lipat Jadi Perhatian
Pernyataan bahwa sebagian pengemudi dapat mengalami kenaikan pendapatan hingga tiga kali lipat menjadi salah satu bagian yang paling banyak diperbincangkan. Klaim tersebut menunjukkan adanya kemungkinan perubahan pendapatan yang cukup besar setelah kebijakan baru diterapkan.
Namun, angka tersebut tidak serta-merta dapat dianggap sebagai kenaikan yang dialami seluruh pengemudi ojol. Kondisi setiap pengemudi berbeda, sehingga peningkatan pendapatan dapat bergantung pada banyak faktor.