Prabowo Targetkan Indonesia Swasembada Pangan dalam 4 Tahun, Ternyata Tercapai 1 Tahun

25 August 2026 18:46 WIB
6a8d6755c809e.jpg

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengungkap capaian pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan. Target yang semula dipatok dalam waktu empat tahun disebut berhasil dicapai jauh lebih cepat, yakni hanya sekitar satu tahun.

Prabowo menyampaikan hal tersebut saat meresmikan peluncuran dan groundbreaking proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp di Monumen Operasi Lintas Laut Jawa Bali, Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026).

Capaian di sektor pangan tersebut kemudian dijadikan Prabowo sebagai gambaran bahwa target besar pemerintah dapat dicapai lebih cepat apabila seluruh jajaran bekerja secara maksimal. Keyakinan serupa juga disampaikannya terhadap proyek energi terbarukan yang kini menjadi salah satu agenda besar pemerintah.

1. Prabowo Sebut Target Swasembada Pangan Tercapai Lebih Cepat

Prabowo mengungkapkan bahwa pemerintah sebelumnya menargetkan Indonesia mencapai swasembada pangan dalam kurun waktu empat tahun. Namun, menurut dia, target tersebut dapat direalisasikan hanya dalam waktu satu tahun berkat kerja tim ekonomi, pertanian, dan pangan. Capaian ini menjadi salah satu hal yang dibanggakan Prabowo dalam mengevaluasi kinerja pemerintahannya. Keberhasilan mempercepat target swasembada pangan juga dinilai menunjukkan bahwa program strategis nasional dapat berjalan lebih cepat dari perencanaan awal jika mendapatkan dukungan kebijakan dan koordinasi antarkementerian. Swasembada pangan sendiri menjadi salah satu agenda penting pemerintah karena berkaitan langsung dengan ketahanan nasional, stabilitas harga bahan pangan, serta kemampuan Indonesia memenuhi kebutuhan masyarakat dari produksi dalam negeri. Dengan produksi pangan yang semakin kuat, pemerintah berharap ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri dapat ditekan dan ketahanan pangan nasional menjadi lebih kokoh.

2. Keberhasilan Swasembada Jadi Dorongan Percepat Proyek PLTS

Keberhasilan mencapai target swasembada pangan lebih cepat turut membuat Prabowo optimistis terhadap pembangunan PLTS berkapasitas total 100 GWp. Pemerintah sebelumnya memberikan target penyelesaian proyek tersebut dalam waktu tiga tahun. Namun, melihat pengalaman percepatan program pangan, Prabowo membuka peluang agar pembangunan PLTS 100 GWp dapat rampung lebih cepat dari jadwal. Proyek energi surya tersebut menjadi bagian dari agenda pemerintah untuk memperkuat kemandirian energi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi fosil. Target pembangunan dalam skala besar membutuhkan koordinasi lintas sektor, mulai dari penyediaan pembangkit, jaringan listrik, industri pendukung, hingga investasi. Pemerintah juga perlu memastikan pembangunan dilakukan secara bertahap dan tetap memperhatikan kesiapan infrastruktur. Jika target dapat dicapai lebih cepat, kapasitas energi terbarukan Indonesia berpotensi meningkat signifikan dan memberikan kontribusi terhadap sistem kelistrikan nasional.

3. PLTS 100 GWp Ditargetkan Rampung Sebelum 2029

Pemerintah menempatkan pembangunan PLTS 100 GWp sebagai bagian dari Program Kerja Prioritas Nasional Klaster Kemandirian Energi dan Air. Pembangunan tersebut diarahkan untuk meningkatkan ketahanan energi sekaligus mengurangi penggunaan pembangkit berbahan bakar fosil. Pemerintah menargetkan pembangunan PLTS dilakukan secara bertahap dengan total kapasitas yang terus meningkat hingga mencapai 100 GWp. Pada 2026, pemerintah menargetkan pembangunan sekitar 30 GWp PLTS dan penghentian 13 GW pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD). Potensi energi surya Indonesia sebenarnya sangat besar. Pemerintah mencatat potensi energi surya nasional mencapai sekitar 3.294 GWp, sementara kapasitas PLTS yang telah terpasang hingga April 2026 baru sekitar 1,5 GWp. Kesenjangan tersebut menjadi peluang besar untuk mengembangkan energi surya dalam negeri. Karena itu, pembangunan PLTS skala besar dinilai dapat menjadi langkah strategis untuk memanfaatkan potensi energi terbarukan yang selama ini belum sepenuhnya dikembangkan.

4. Pembangunan PLTS Dibagi dalam Beberapa Tahap

Program PLTS 100 GWp akan dilaksanakan secara bertahap agar pembangunan dapat disesuaikan dengan kesiapan wilayah, jaringan listrik, investasi, dan teknologi. Tahap awal direncanakan mencakup pembangunan kapasitas 17 GWp, kemudian dilanjutkan dengan 18 GWp dan tahap berikutnya sebesar 30 GWp. Pemerintah juga telah menjalankan sejumlah proyek energi terbarukan di berbagai wilayah Indonesia. Sepanjang 2025, pemerintah membangun 15 pembangkit energi baru terbarukan yang terdiri atas 12 PLTS dan tiga pembangkit listrik tenaga mikrohidro. Proyek tersebut memiliki nilai anggaran sekitar Rp 103,3 miliar dan ditujukan untuk melayani ribuan kepala keluarga serta fasilitas umum. Pada 2026, pembangunan energi terbarukan kembali dilanjutkan melalui puluhan lokasi PLTS terpadu di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Program tersebut diharapkan dapat memperluas akses listrik sekaligus mengurangi kesenjangan energi antara wilayah perkotaan dan daerah yang masih memiliki keterbatasan infrastruktur.

5. PLTS 100 GWp Diproyeksikan Buka Lapangan Kerja

Selain memperkuat ketahanan energi, pembangunan PLTS 100 GWp diproyeksikan memberikan dampak terhadap perekonomian nasional. Pengembangan pembangkit energi surya dalam skala besar akan membutuhkan investasi pada pembangkit, baterai penyimpanan energi, jaringan listrik, serta industri pendukung lainnya. Pemerintah juga melihat peluang untuk memperkuat industri panel surya atau solar photovoltaic (PV) di dalam negeri. Pertumbuhan industri tersebut berpotensi menciptakan lapangan pekerjaan baru, termasuk pekerjaan yang berkaitan dengan ekonomi hijau atau green jobs. Berdasarkan proyeksi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034, pembangunan sektor ketenagalistrikan diperkirakan menciptakan sekitar 1,7 juta lapangan pekerjaan, dengan lebih dari 760.000 di antaranya berpotensi masuk kategori green jobs. Dengan target pembangunan PLTS yang besar, pemerintah berharap transisi energi tidak hanya mengurangi ketergantungan pada energi fosil, tetapi juga menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi Indonesia.

PLTS
PrabowoSubianto
SwasembadaPangan

Fenomena Terkini






Trending