
Kuatbaca.com - Pemerintah melalui Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) tengah menyiapkan pembaruan sistem pembelian bahan bakar minyak (BBM) subsidi, khususnya Pertalite dan Solar. Langkah ini dilakukan sebagai upaya memperketat pengawasan distribusi BBM bersubsidi sekaligus menutup celah penyalahgunaan yang selama ini masih terjadi di lapangan.
Salah satu perubahan terbesar yang akan diterapkan adalah penggunaan QR Code dinamis pada sistem Subsidi Tepat MyPertamina. Berbeda dengan QR Code yang saat ini bersifat statis, sistem baru nantinya akan membuat kode berubah secara berkala sehingga lebih sulit dipalsukan maupun diduplikasi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Kebijakan ini muncul setelah berbagai kasus penyalahgunaan BBM subsidi terungkap, termasuk praktik pemalsuan identitas kendaraan dan penggunaan QR Code ilegal untuk mendapatkan bahan bakar bersubsidi secara tidak sah.
1. QR Code Statis Dinilai Rentan Disalahgunakan
Selama ini, pengguna kendaraan yang telah terdaftar dalam program Subsidi Tepat akan memperoleh QR Code tetap yang digunakan saat melakukan pembelian Pertalite maupun Solar subsidi di SPBU.
Namun seiring berkembangnya teknologi digital, sistem tersebut dinilai memiliki sejumlah celah keamanan. Pelaku penyalahgunaan dapat menyalin atau menggandakan QR Code yang sah untuk digunakan oleh kendaraan lain.
Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, menjelaskan bahwa sistem QR Code statis memiliki risiko lebih tinggi terhadap pemalsuan dibandingkan teknologi dinamis yang akan diterapkan ke depan.
Dalam keterangannya, Wahyudi mengatakan:
"QR Code ini sekarang kan statis, nanti akan (dibuat) dinamis. Dengan dinamis itu, tidak ada lagi potensi-potensi seperti ini (pemalsuan), duplikasi yang dikeluarkan atau dikembangkan oleh orang tertentu karena teknologi AI (Artificial Intelligence)."
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah mulai mengantisipasi ancaman penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang semakin canggih.
2. Teknologi AI Jadi Tantangan Baru Pengawasan BBM Subsidi
Perkembangan teknologi digital memang memberikan banyak kemudahan, namun di sisi lain juga membuka peluang bagi munculnya berbagai modus kejahatan baru.
Menurut BPH Migas, teknologi AI kini mampu menghasilkan dokumen palsu dengan tingkat kemiripan yang sangat tinggi. Bahkan hanya dengan bermodal foto kendaraan, pelaku dapat memanipulasi data identitas kendaraan dan membuat dokumen pendukung palsu.
Praktik semacam ini berpotensi merugikan negara karena BBM subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak justru disalahgunakan oleh pihak tertentu untuk kepentingan bisnis maupun keuntungan pribadi.
Karena itulah sistem keamanan pada aplikasi MyPertamina terus diperkuat agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.
3. Sistem Baru Akan Dilengkapi PIN dan Lapisan Keamanan Tambahan
Selain menggunakan QR Code yang berubah secara berkala, BPH Migas juga berencana menambahkan sejumlah fitur keamanan baru dalam proses transaksi BBM subsidi.
Salah satunya adalah penggunaan PIN khusus yang hanya diketahui oleh pemilik kendaraan yang telah terdaftar. Dengan kombinasi QR Code dinamis dan PIN keamanan, risiko pemalsuan maupun penyalahgunaan akun dapat ditekan secara signifikan.
Wahyudi menjelaskan: "Nanti ada pinnya, ada macam-macam, dan itu tidak bisa disalahgunakan."
Dengan sistem berlapis tersebut, pemerintah berharap distribusi BBM subsidi menjadi lebih tepat sasaran dan hanya dapat diakses oleh kendaraan yang memang memenuhi kriteria penerima subsidi.
4. Mengapa Pembelian Pertalite dan Solar Harus Menggunakan QR Code?
Program QR Code MyPertamina merupakan bagian dari kebijakan pemerintah untuk memastikan penyaluran BBM subsidi berjalan lebih transparan dan terkontrol.
Melalui sistem ini, setiap kendaraan yang ingin membeli Pertalite maupun Solar subsidi harus terlebih dahulu didaftarkan ke sistem Subsidi Tepat. Setelah proses verifikasi selesai, pemilik kendaraan akan memperoleh QR Code yang digunakan saat bertransaksi di SPBU.
Data kendaraan yang tersimpan dalam sistem akan menjadi dasar pengawasan sehingga pemerintah dapat memantau distribusi BBM subsidi secara lebih akurat.
Kebijakan ini juga membantu mencegah pembelian berulang menggunakan identitas kendaraan yang tidak sesuai.
5. Syarat Pendaftaran QR Code MyPertamina
Bagi masyarakat yang belum memiliki QR Code Subsidi Tepat, terdapat sejumlah dokumen yang harus dipersiapkan sebelum melakukan pendaftaran.
Persyaratan tersebut meliputi:
Foto KTP pemilik, operator, atau pengemudi kendaraan.
Foto STNK kendaraan.
Foto kendaraan dari sudut depan sekitar 45 derajat dengan nomor polisi terlihat jelas.
Surat rekomendasi khusus bagi konsumen nonkendaraan.
Kelengkapan dokumen menjadi faktor penting dalam proses verifikasi karena akan digunakan untuk mencocokkan data kendaraan dengan identitas pemiliknya.