
Kuatbaca.com-Industri cokelat global kini menghadapi tantangan serius akibat perubahan pola iklim yang memicu curah hujan berintensitas tinggi dan berkepanjangan di kawasan sentra produksi kakao. Kelembapan tanah yang berlebihan akibat genangan air mengganggu pertumbuhan optimal pohon kakao serta memicu timbulnya berbagai penyakit tanaman.
Tingginya kelembapan udara dan curah hujan ekstrem mempercepat penyebaran jamur parasit, seperti penyakit busuk buah kakao (black pod disease). Kondisi ini menyebabkan kerusakan signifikan pada buah kakao yang siap panen, menurunkan mutu biji kakao, hingga merusak potensi hasil panen secara masif.
Penurunan volume panen di tingkat petani berdampak langsung pada kelangkaan pasokan bahan baku di pasar internasional. Ketidakseimbangan antara ketersediaan biji kakao dan tingginya permintaan manufaktur berisiko mendorong lonjakan harga produk olahan cokelat di tingkat konsumen global.
Para peneliti dan pelaku industri mendesak perlunya penerapan teknik mitigasi iklim, seperti perbaikan sistem drainase perkebunan, penggunaan varietas tanaman kakao yang tahan genangan air, serta penerapan sistem pertanian berkelanjutan. Langkah adaptasi ini sangat vital demi menjaga kelangsungan hidup petani kakao dan stabilitas pasokan industri cokelat di masa depan.