
Kuatbaca.com -Kabar mengenai dugaan pemutusan hubungan kerja (PHK) di lingkungan Tokopedia dan TikTok E-commerce Indonesia menjadi perhatian publik dalam beberapa hari terakhir. Isu tersebut ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial hingga memunculkan kekhawatiran mengenai kondisi perusahaan dan nasib para karyawannya.
Menanggapi hal tersebut, manajemen Tokopedia memberikan penjelasan bahwa perusahaan tidak melakukan PHK massal sebagaimana yang beredar. Perusahaan menyebut proses yang sedang berlangsung merupakan bagian dari penataan tenaga kerja dan penyesuaian organisasi setelah integrasi bisnis yang dilakukan dalam beberapa waktu terakhir.
Langkah tersebut disebut sebagai strategi perusahaan untuk menyelaraskan kebutuhan operasional sekaligus meningkatkan efektivitas organisasi di tengah perkembangan industri perdagangan digital yang semakin kompetitif.
1. Perusahaan Lakukan Mobilitas Internal bagi Karyawan
Manajemen menjelaskan bahwa proses penataan organisasi tidak identik dengan pemutusan hubungan kerja. Sebagian karyawan tetap mendapatkan kesempatan melanjutkan karier melalui mekanisme mobilitas internal di dalam grup bisnis TikTok dan Tokopedia.
Skema tersebut memungkinkan pegawai berpindah ke unit atau divisi lain yang dinilai lebih sesuai dengan kebutuhan perusahaan maupun kompetensi masing-masing individu. Dengan cara ini, perusahaan berharap dapat mempertahankan talenta yang masih dibutuhkan sekaligus memastikan organisasi berjalan lebih efisien.
Executive Director of Tokopedia and TikTok E-commerce Indonesia, Stephanie Susilo, menegaskan bahwa isu PHK yang beredar tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
"Ada beberapa poin yang ingin saya sampaikan. Yang pertama adalah tidak ada pemutusan hubungan kerja di TikTok atau Tokopedia group, yang ada adalah penataan tenaga kerja yang sedang kami lakukan, dan internal mobilitas di dalam TikTok atau Tokopedia Group."
2. Sebagian Karyawan Memilih Paket Kompensasi
Dalam proses penataan tersebut, perusahaan memberikan sejumlah pilihan kepada karyawan yang terdampak restrukturisasi. Salah satunya adalah mengambil paket kompensasi dan melanjutkan karier di perusahaan lain.
Selain itu, terdapat pula karyawan yang memilih tetap berada di dalam grup bisnis TikTok Tokopedia melalui penempatan pada posisi yang berbeda sesuai kebutuhan organisasi.
Perusahaan menilai pendekatan tersebut menjadi solusi yang lebih fleksibel dibandingkan melakukan PHK secara langsung karena tetap memberikan ruang bagi pekerja untuk menentukan pilihan terbaik sesuai rencana karier masing-masing.
Stephanie Susilo menjelaskan bahwa keputusan untuk menerima kompensasi merupakan pilihan yang diambil oleh sebagian karyawan.
"Dalam program penataan ini, memang ada yang sudah memilih untuk mengambil paket kompensasi, dan memilih untuk bekerja di tempat lain, atau salurkan di lingkungan grup bisnis TikTok Tokopedia."
3. Tokopedia Masih Membuka Lebih dari 100 Lowongan Kerja
Di tengah proses penataan organisasi, perusahaan justru memastikan aktivitas rekrutmen tetap berjalan. Tokopedia bersama TikTok Group saat ini membuka lebih dari 100 posisi pekerjaan di Indonesia untuk berbagai bidang dan tingkatan jabatan.
Langkah ini menjadi sinyal bahwa perusahaan masih melakukan ekspansi pada sejumlah fungsi strategis yang membutuhkan tambahan sumber daya manusia. Rekrutmen tersebut juga menunjukkan bahwa penyesuaian organisasi tidak selalu berarti pengurangan tenaga kerja secara keseluruhan.
Kebutuhan talenta baru tetap diperlukan untuk mendukung pertumbuhan bisnis, pengembangan layanan digital, inovasi produk, hingga peningkatan kualitas pelayanan kepada pengguna dan mitra usaha.
Stephanie menyampaikan bahwa pembukaan lowongan kerja menjadi bagian dari klarifikasi terhadap informasi yang berkembang di masyarakat.
"Saat ini kami juga melakukan rekrutmen untuk lebih dari 100 posisi di Indonesia. Demikian yang kami sampaikan untuk meluruskan berita-berita yang beredar di masyarakat."
4. Restrukturisasi Dinilai Wajar dalam Industri Digital
Penataan organisasi merupakan langkah yang cukup umum dilakukan oleh perusahaan teknologi, terutama setelah proses merger, akuisisi, maupun integrasi bisnis.
Perubahan struktur organisasi biasanya bertujuan menghilangkan fungsi yang tumpang tindih, mempercepat pengambilan keputusan, meningkatkan efisiensi operasional, serta menyesuaikan kebutuhan bisnis dengan perkembangan pasar.
Dalam industri e-commerce yang bergerak sangat cepat, perusahaan dituntut mampu beradaptasi terhadap perubahan perilaku konsumen, persaingan pasar, hingga perkembangan teknologi digital. Karena itu, restrukturisasi organisasi sering menjadi bagian dari strategi jangka panjang agar perusahaan tetap kompetitif.
5. Pemerintah Apresiasi Pembukaan Lowongan Baru
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, memberikan apresiasi terhadap langkah TikTok Group yang tetap membuka kesempatan kerja baru di Indonesia meskipun sedang melakukan penataan organisasi.
Menurutnya, pembukaan lebih dari 100 posisi pekerjaan menunjukkan bahwa perusahaan masih memiliki prospek pertumbuhan yang baik dan terus berinvestasi dalam pengembangan bisnis di Indonesia.
Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang positif bagi tenaga kerja, khususnya generasi muda yang ingin membangun karier di sektor ekonomi digital.
Yassierli mengatakan bahwa rekrutmen tersebut menjadi sinyal positif bagi perkembangan dunia kerja nasional.
"Saat ini TikTok Group sedang melakukan rekrutmen pekerja sekitar 100 posisi. Ini juga menunjukkan bahwa usaha yang sekarang sedang dilakukan ini juga terus berkembang. Kita yakin ya, ini juga menjadi sebuah peluang bagi anak bangsa untuk bisa mengambil bekerja di posisi-posisi yang disampaikan oleh TikTok Group tersebut."