
JAKARTA, KOMPAS.com – PT WIKA Tirta Jaya Jatiluhur (WTJJ) memperkuat kepeduliannya terhadap lingkungan pesisir melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) bertajuk Pari Island Circular Waste Initiative.
Program kolaboratif yang melibatkan sejumlah perusahaan dalam WIKA Group tersebut digelar di Pulau Pari, Kepulauan Seribu, pada Kamis (6/8/2026).
Kegiatan ini turut dihadiri Bupati Kepulauan Seribu Muhammad Fadjar Churniawan beserta jajaran pemerintah daerah. Program tersebut dirancang untuk menjawab persoalan pengelolaan sampah sekaligus meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Pari Island Circular Waste Initiative melibatkan 10 anak usaha dan perusahaan afiliasi WIKA Group. WTJJ menjadi salah satu entitas yang terlibat bersama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk, dan PT Wijaya Karya Beton Tbk sebagai lead collaborator.
Selain itu, program tersebut turut melibatkan PT Wijaya Karya Bitumen, PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi, PT Wijaya Karya Industri Energi, PT Wijaya Karya Realty, PT Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi, serta PT Wijaya Karya Serang Panimbang.
Kolaborasi lintas perusahaan ini menjadi bagian dari upaya mendorong pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi di kawasan wisata pesisir.
Pulau Pari dipilih karena menghadapi tantangan sampah yang cukup besar. Timbunan sampah disebut dapat mencapai sekitar satu ton setiap pekan, seiring tingginya aktivitas wisatawan yang jumlahnya mencapai sekitar 2.500 orang setiap akhir pekan.
Keterlibatan WTJJ tidak hanya diarahkan pada kegiatan bersih-bersih lingkungan, tetapi juga membangun pola pengelolaan sampah yang dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Perusahaan mendorong penerapan prinsip ekonomi sirkular, yaitu mengubah limbah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai menjadi sesuatu yang dapat dimanfaatkan kembali dan memiliki nilai ekonomi.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat menciptakan manfaat ganda. Selain mengurangi beban lingkungan akibat sampah, masyarakat juga memiliki peluang memperoleh tambahan penghasilan melalui pengelolaan limbah.
Program ini sekaligus memperluas kontribusi WTJJ yang selama ini bergerak di sektor infrastruktur air agar memiliki dampak sosial dan lingkungan yang lebih luas di wilayah pesisir.
Salah satu fokus program diarahkan kepada sektor pendidikan melalui edukasi pengelolaan sampah di lingkungan sekolah.
WIKA memberikan sarana pemilahan sampah organik dan anorganik sekaligus memperkenalkan teknologi pengolahan sampah berbasis maggot. Siswa dan guru di SD-SMP Negeri 1 Atap Pulau Pari turut mendapatkan edukasi mengenai pentingnya memilah serta mengelola sampah sejak dari sumbernya.
Langkah tersebut diharapkan dapat membangun kebiasaan menjaga lingkungan sejak usia sekolah.
Selain memberikan manfaat langsung bagi lingkungan pendidikan, kegiatan ini juga berkaitan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya peningkatan kualitas pendidikan serta penerapan pola konsumsi dan produksi yang lebih bertanggung jawab.
Program berikutnya adalah memperkuat bank sampah berbasis masyarakat bersama Komunitas Lintas Sektoral Pulau Pari.
Bank sampah diharapkan menjadi sarana bagi masyarakat untuk mengelola limbah secara lebih terorganisasi. Sampah yang dikumpulkan tidak hanya dipandang sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.
Konsep tersebut membuka peluang pemberdayaan masyarakat sekaligus mendorong terciptanya aktivitas ekonomi lokal yang lebih berkelanjutan.
Penguatan bank sampah juga sejalan dengan gagasan ekonomi sirkular karena material yang masih memiliki nilai dapat dipertahankan agar tidak langsung berakhir sebagai limbah.
Aspek lain yang menjadi perhatian dalam program tersebut adalah penataan kawasan Pantai Kresek.
Kegiatan dilakukan melalui penyediaan fasilitas kebersihan, penataan kawasan wisata pesisir, serta penghijauan dengan penanaman pohon.
Penataan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus membuat kawasan wisata menjadi lebih nyaman bagi masyarakat dan wisatawan.
Melalui kombinasi edukasi, penguatan bank sampah, serta penghijauan kawasan pantai, Pari Island Circular Waste Initiative diarahkan untuk membangun sistem pengelolaan lingkungan yang melibatkan perusahaan, pemerintah, masyarakat, dan sektor pendidikan.
Program tersebut juga menjadi bagian dari penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta mendukung sejumlah target Sustainable Development Goals (SDGs), terutama terkait pendidikan, pertumbuhan ekonomi, permukiman berkelanjutan, perubahan iklim, dan perlindungan ekosistem laut.