Dubes Ekuador Sebut Seni dan Kuliner Jadi Jembatan Dekatkan Indonesia-Ekuador

1 July 2026 18:48 WIB
WhatsApp Image 2026-07-01 at 10.16.49.jpeg

Kuatbaca.com - Duta Besar Ekuador untuk Indonesia Luis Arellano Jibaja menilai seni, sastra, dan kuliner dapat menjadi jembatan yang mempererat hubungan Indonesia dan Ekuador, melampaui jarak geografis kedua negara.

Hal itu disampaikan Dubes Luis dalam acara Tertulia Budaya Ecuador and Indonesia yang digelar di Jakarta, Senin (29/6/2026). Kegiatan tersebut dihadiri sastrawan, budayawan, akademisi, jurnalis, pelaku usaha, hingga pegiat seni dari Indonesia.

Dalam sambutannya, Dubes Luis mengatakan acara tersebut menjadi wadah untuk memperkenalkan wajah Ekuador yang lebih luas kepada masyarakat Indonesia, tidak hanya sebagai sebuah negara, tetapi juga melalui kekayaan budaya, seni, musik, olahraga, pendidikan, hingga gastronominya.

"Ekuador bukan hanya sebuah nama atau sebuah negara. Ekuador juga adalah olahraga, musik, seni, akademik, beasiswa, perdagangan, dan banyak hal lainnya. Kini masyarakat Indonesia semakin mengenal Ekuador," ujarnya.

Acara juga menghadirkan kuliner khas Ekuador seperti ceviche dan seco de chivo sebagai bagian dari diplomasi budaya yang menyasar hubungan antarmasyarakat kedua negara.

1. Kedubes Ekuador Apresiasi Tokoh Indonesia

Dalam kesempatan tersebut, Kedutaan Besar Ekuador memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh Indonesia yang dinilai berkontribusi dalam mempromosikan budaya, ekonomi, dan hubungan antar masyarakat Indonesia-Ekuador. Di antaranya Wakil Ketua Yayasan Hari Puisi Danny Susanto dan dosen Universitas Bakrie Holila Hatta.

Menurut Dubes Luis, apresiasi tersebut diberikan sebagai bentuk penghormatan kepada para mitra yang selama ini berkontribusi memperkenalkan Ekuador kepada masyarakat Indonesia.

"Ide utamanya adalah memberikan penghargaan kepada sahabat-sahabat Indonesia yang telah mendukung Kedutaan Besar Ekuador dalam mempromosikan budaya, ekonomi, dan gastronomi Ekuador di Indonesia," katanya usai acara.

Menurutnya, Tertulia Budaya menjadi forum yang secara rutin mempertemukan seniman, penyair, penulis, dan akademisi dari Indonesia dan Ekuador untuk bertukar gagasan serta memperluas jejaring budaya.

2. Hubungan Bilateral Tak Hanya Lewat Politik

Luis menilai hubungan antarnegara tidak selalu harus dibangun melalui kerja sama politik maupun ekonomi. Menurutnya, pertukaran budaya membuat masyarakat kedua negara saling mengenal sebelum kerja sama di bidang lain berkembang.

"Bagi kami, budaya adalah cara terbaik untuk memperkuat hubungan antarnegara. Tidak penting apakah jaraknya dekat atau jauh. Yang terpenting adalah saling bertukar budaya, berbicara tentang seni, sastra, kuliner, identitas budaya, sepak bola, hingga filsafat," ujarnya.

Ia menambahkan, diplomasi budaya akan terus menjadi fokus Kedutaan Besar Ekuador melalui berbagai kegiatan seni, pendidikan, dan pertukaran masyarakat.

"Kegiatan ini merupakan bagian dari diplomasi budaya yang kami jalankan untuk semakin memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Ekuador," tutupnya.

3. Diplomasi Budaya Terus Berlanjut

Dalam setahun terakhir Kedutaan Besar Ekuador aktif menggelar berbagai program budaya di Indonesia, mulai dari pameran tekstil tradisional, promosi sastra, hingga pengenalan komoditas khas Ekuador seperti cacao fino de aroma.

Berbagai kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa diplomasi budaya menjadi salah satu ruang yang terus dimanfaatkan untuk memperluas hubungan Indonesia dan Ekuador, melengkapi kerja sama diplomatik dan ekonomi yang telah berjalan.

DiplomasiBudaya
HubunganBilateral
IndonesiaEkuador

internasional

Fenomena Terkini






Trending