
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menerima kunjungan Direktur Federal Bureau of Investigation (FBI), Kash Patel, di Markas Besar Polri, Jakarta, sebagai bagian dari upaya memperkuat kerja sama penegakan hukum antara Indonesia dan Amerika Serikat. Pertemuan tersebut membahas berbagai tantangan keamanan global yang semakin kompleks, termasuk meningkatnya kejahatan lintas negara yang memerlukan koordinasi internasional. Kedua institusi sepakat bahwa kolaborasi antarnegara menjadi faktor penting untuk meningkatkan efektivitas penanganan berbagai bentuk tindak pidana yang melintasi batas yurisdiksi.
Salah satu fokus utama pembahasan adalah penguatan kerja sama dalam menghadapi kejahatan siber yang terus berkembang seiring pesatnya transformasi digital. Selain membahas ancaman serangan siber, kedua lembaga juga menyoroti penanganan jaringan penipuan digital (cyber-enabled fraud), scam compounds, serta berbagai modus kejahatan yang memanfaatkan teknologi informasi. Di samping itu, isu perdagangan manusia, terorisme, hingga penyalahgunaan narkotika sintetis seperti fentanyl beserta bahan prekursornya juga menjadi bagian dari agenda kerja sama yang akan terus diperkuat.
Dalam pertemuan tersebut, Polri dan FBI juga membahas penguatan mekanisme pertukaran informasi intelijen untuk mempercepat pengungkapan jaringan kejahatan transnasional. Kerja sama investigasi diharapkan semakin efektif melalui pertukaran data, identifikasi pelaku, pelacakan aliran dana hasil kejahatan, hingga upaya pemulihan aset. Dengan mekanisme koordinasi yang lebih cepat dan terintegrasi, kedua institusi optimistis dapat meningkatkan kemampuan dalam mengungkap berbagai kasus kejahatan yang melibatkan pelaku lintas negara.
Selain penanganan kejahatan siber, Polri dan FBI juga sepakat mempercepat koordinasi dalam penanganan buronan yang masuk dalam daftar Interpol Red Notice. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pencarian, pelacakan, hingga penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan internasional yang berpindah lintas negara. Di bidang pengembangan sumber daya manusia, FBI juga akan terus mendukung peningkatan kapasitas personel Polri melalui berbagai program pelatihan, termasuk kesempatan mengikuti pendidikan di FBI Academy guna memperkuat kemampuan investigasi dan penegakan hukum modern.
Hubungan kerja sama antara Polri dan FBI yang telah terjalin sejak 2014 dinilai menjadi fondasi penting dalam menghadapi tantangan keamanan global yang semakin dinamis. Selama ini, kemitraan kedua institusi telah mencakup pertukaran informasi, peningkatan kompetensi personel, hingga dukungan terhadap berbagai operasi penegakan hukum. Ke depan, kedua pihak berkomitmen memperluas kolaborasi secara berkelanjutan melalui koordinasi yang lebih erat dalam pemberantasan terorisme, kejahatan siber, peredaran narkotika, perdagangan manusia, serta berbagai bentuk kejahatan transnasional lainnya demi menciptakan keamanan yang lebih baik di tingkat regional maupun internasional.