
Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, mengumumkan kebijakan penurunan harga solar bersubsidi bagi masyarakat Malaysia. Mulai Juli 2026, harga solar yang mendapatkan subsidi pemerintah akan ditetapkan sebesar RM 2,10 per liter atau sekitar Rp 9.061 per liter berdasarkan kurs saat ini.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari reformasi sistem subsidi energi yang sedang dijalankan pemerintah Malaysia untuk memastikan bantuan lebih tepat sasaran.
Penurunan harga solar dimungkinkan setelah pemerintah menerapkan skema subsidi yang lebih terarah. Program ini dirancang agar manfaat subsidi dapat dinikmati oleh kelompok masyarakat yang memang berhak menerima bantuan.
Pemerintah Malaysia berencana mengintegrasikan kebijakan tersebut dengan program Budi RON95 yang memanfaatkan sistem verifikasi identitas melalui MyKad.
Melalui mekanisme ini, distribusi subsidi diharapkan menjadi lebih efektif sekaligus mengurangi potensi penyalahgunaan bantuan energi.
Sebelum kebijakan terbaru diumumkan, harga solar non-subsidi di wilayah Semenanjung Malaysia sempat mencapai sekitar RM 6 per liter pada April 2026.
Namun, seiring perubahan kondisi pasar energi global, harga tersebut kemudian mengalami penurunan hingga berada di kisaran RM 4,37 per liter.
Meski demikian, pemerintah memutuskan memberikan tambahan dukungan melalui subsidi sehingga harga yang dibayar masyarakat menjadi jauh lebih rendah.
Program Budi RON95 merupakan inisiatif pemerintah Malaysia untuk memberikan subsidi bahan bakar kepada warga yang memenuhi kriteria tertentu. Sistem ini memanfaatkan data identitas nasional untuk memastikan bantuan diberikan secara tepat sasaran.
Sementara itu, MyKad berfungsi sebagai kartu identitas resmi warga negara Malaysia yang telah terintegrasi dengan berbagai layanan pemerintahan.
Dengan penggunaan teknologi verifikasi tersebut, pemerintah berharap distribusi subsidi energi dapat berjalan lebih transparan dan efisien.
Anwar Ibrahim mengungkapkan bahwa perkembangan situasi internasional turut berkontribusi terhadap kebijakan penurunan harga solar.
Menurutnya, membaiknya hubungan antara Amerika Serikat dan Iran menjadi salah satu faktor yang membantu meredakan tekanan terhadap harga energi global.
Ia juga menyebut telah menerima informasi dari Shehbaz Sharif mengenai perkembangan diplomatik yang dinilai dapat membantu meredakan ketegangan di kawasan Asia Barat.
Kondisi tersebut diyakini berpotensi memberikan dampak positif terhadap stabilitas harga bahan bakar, termasuk solar.
Pemerintah Malaysia menjelaskan bahwa penerapan subsidi solar bersasar di Semenanjung Malaysia dilakukan dengan pendekatan yang berbeda dibandingkan wilayah Sabah dan Sarawak.
Menurut Anwar, perbedaan tersebut mempertimbangkan karakteristik konsumsi energi di masing-masing daerah. Sabah dan Sarawak memiliki kebutuhan serta pola penggunaan solar yang berbeda sehingga memerlukan penyesuaian kebijakan tersendiri.
Langkah tersebut diambil agar manfaat subsidi dapat dirasakan secara lebih merata sesuai kebutuhan masyarakat di setiap wilayah.
Anwar juga menegaskan bahwa harga bahan bakar di Malaysia masih tergolong kompetitif dibandingkan banyak negara lain.
Ia menyebut bahwa selain Brunei, harga bensin RON95 di Malaysia termasuk salah satu yang paling rendah di dunia. Bahkan, harga tersebut diklaim lebih murah dibandingkan beberapa negara penghasil minyak utama seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.
Kebijakan subsidi energi yang terus diperbarui diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika pasar energi global.