Prabowo Angkat Pepatah Indonesia di KTT BRICS: Bersatu Kita Teguh, Terpecah Kita Runtuh

1. Prabowo Bawa Pesan Persatuan ke KTT BRICS
Presiden Prabowo Subianto mengangkat pepatah Indonesia tentang pentingnya persatuan saat menyampaikan pandangannya di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 di New Delhi, India, Sabtu (12/9/2026).
Dalam sesi terbatas bertema Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism, Prabowo mengajak negara-negara Global South untuk memperkuat kerja sama dan persatuan dalam menghadapi berbagai tantangan dunia.
Menurut Prabowo, prinsip persatuan yang telah lama dikenal di Indonesia masih relevan untuk diterapkan dalam hubungan antarnegara, terutama ketika negara-negara berkembang berupaya memperjuangkan kepentingan bersama.
2. Pepatah Indonesia Dikaitkan dengan Semangat Bandung
Prabowo menjelaskan bahwa pepatah tersebut memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar ajakan untuk hidup rukun. Nilai persatuan di dalamnya dinilai mencerminkan semangat yang pernah menyatukan negara-negara Asia dan Afrika dalam memperjuangkan kesetaraan.
Semangat tersebut merujuk pada Konferensi Asia-Afrika di Bandung yang menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah hubungan negara-negara berkembang. Forum tersebut mempertemukan negara-negara yang memiliki pengalaman menghadapi kolonialisme dan berupaya menentukan arah masa depannya secara mandiri.
Bagi Prabowo, semangat Bandung masih memiliki relevansi dalam situasi global saat ini, khususnya ketika negara-negara Global South berusaha memperkuat posisi mereka dalam tata kelola internasional.
3. Negara Global South Dinilai Semakin Didengar
Prabowo menilai negara-negara Global South kini memiliki posisi yang semakin kuat dalam menyuarakan kepentingannya. Negara-negara yang dahulu berjuang untuk memperoleh kemerdekaan dari imperialisme dan kolonialisme kini dapat tampil sebagai negara yang memiliki kedudukan setara.
Kondisi tersebut menjadi modal penting untuk membangun kerja sama yang lebih erat. Dengan bergabung dalam berbagai forum internasional, negara-negara berkembang dapat menyampaikan kepentingannya secara lebih terkoordinasi.
Persatuan juga dinilai dapat membantu negara-negara tersebut menjaga kemandirian dan memperkuat posisi dalam menghadapi berbagai perubahan politik, ekonomi, maupun keamanan di tingkat global.
4. Persatuan Membuat Suara Negara Berkembang Lebih Kuat
Prabowo menekankan bahwa kerja sama dan persatuan dapat meningkatkan daya tawar negara-negara Global South. Ketika negara-negara berkembang memiliki pandangan dan kepentingan yang dapat diperjuangkan secara bersama, suara mereka dinilai akan lebih mudah mendapat perhatian di tingkat internasional.
Selain memperkuat posisi politik, persatuan juga dapat membantu melindungi kepentingan masing-masing negara. Kerja sama yang semakin erat memungkinkan negara-negara Global South membangun kekuatan kolektif untuk menghadapi tantangan yang tidak dapat diselesaikan secara sendiri-sendiri.
Pesan tersebut sejalan dengan pandangan Prabowo mengenai pentingnya memperkuat multilateralisme dan membangun tata kelola dunia yang lebih seimbang.
5. Spirit Bandung Dinilai Masih Relevan
Pesan Prabowo di KTT BRICS menempatkan semangat Bandung bukan hanya sebagai bagian dari sejarah Indonesia, tetapi juga sebagai nilai yang masih relevan dalam menghadapi persoalan global masa kini.
Melalui persatuan, negara-negara Global South diharapkan mampu memperkuat kemandirian sekaligus memperjuangkan sistem internasional yang lebih adil, setara, dan inklusif.
Bagi Indonesia, keterlibatan dalam BRICS menjadi salah satu ruang untuk mendorong kerja sama dengan negara-negara berkembang lainnya. Semangat persatuan yang disampaikan Prabowo juga memperlihatkan upaya Indonesia untuk mengambil peran dalam membentuk tata kelola global yang memberikan ruang lebih besar bagi kepentingan negara-negara Global South.