
Kuatbaca.com - Pemerintah tengah menyiapkan kebijakan baru terkait insentif kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) di Indonesia. Berbeda dengan skema sebelumnya, insentif ke depan direncanakan akan lebih difokuskan kepada mobil dan sepeda motor listrik yang berasal dari merek nasional.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat industri otomotif dalam negeri sekaligus meningkatkan daya saing produsen lokal di tengah pertumbuhan pasar kendaraan listrik yang terus meningkat. Kebijakan ini juga diharapkan mampu mendorong investasi, memperbesar penggunaan komponen lokal, hingga menciptakan ekosistem kendaraan listrik yang lebih mandiri.
Meski demikian, pemerintah masih menyusun formula penyaluran insentif agar kebijakan tersebut dapat berjalan secara efektif dan tepat sasaran. Hingga saat ini, rincian mengenai syarat maupun mekanisme pemberian insentif masih dalam tahap pembahasan.
1. Wuling Berharap Insentif Kendaraan Listrik Tetap Dilanjutkan
Menanggapi rencana perubahan kebijakan tersebut, Wuling Motors menyatakan harapannya agar program insentif kendaraan listrik tetap berlanjut. Perusahaan menilai dukungan pemerintah selama beberapa tahun terakhir memiliki peran penting dalam mempercepat pertumbuhan pasar mobil listrik di Indonesia.
Marketing Director Wuling Motors, Ricky Christian, mengatakan bahwa insentif menjadi salah satu faktor yang mendorong masyarakat untuk mulai beralih menggunakan kendaraan berbasis listrik.
"Tentu (kami berharap ada insentif mobil listrik lagi), karena kita melihat beberapa tahun terakhir ini, percepatan elektrifikasi salah satunya juga didukung dengan adanya insentif. Tapi kami menghormati kebijakan yang berlaku, dan harga (mobil listrik) yang saat ini diberikan sedang mengikuti kebijakan yang berlaku saat ini," ujar Ricky.
Menurutnya, keberadaan program insentif tidak hanya memberikan manfaat bagi konsumen, tetapi juga mempercepat perkembangan industri kendaraan listrik secara keseluruhan. Dengan adanya bantuan dari pemerintah, harga kendaraan menjadi lebih kompetitif sehingga semakin banyak masyarakat yang mempertimbangkan untuk beralih ke mobil listrik.
2. Wuling Masih Pelajari Skema Insentif Terbaru
Terkait rencana pemerintah yang akan memprioritaskan insentif bagi merek kendaraan listrik nasional, Wuling belum memberikan tanggapan secara menyeluruh. Perusahaan memilih menunggu penjelasan resmi mengenai mekanisme dan persyaratan kebijakan tersebut sebelum mengambil langkah lebih lanjut.
Ricky Christian menegaskan bahwa pihaknya akan mempelajari terlebih dahulu skema yang sedang disusun pemerintah, termasuk kemungkinan kontribusi Wuling dalam program tersebut.
"Kami akan coba mempelajari dahulu skema insentif yang baru ini seperti apa, dan apakah Wuling bisa berkontribusi juga pada skema baru ini, dan intinya kami menghargai kebijakan yang diberikan pemerintah," kata Ricky lagi.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Wuling tetap membuka peluang untuk berpartisipasi apabila skema baru memungkinkan perusahaan memenuhi persyaratan yang ditetapkan pemerintah. Saat ini, produsen otomotif tersebut masih menunggu kejelasan mengenai aturan resmi yang akan diberlakukan.
3. Pemerintah Fokus Mendukung Kendaraan Listrik Merek Nasional
Di sisi pemerintah, arah kebijakan insentif kendaraan listrik mulai diarahkan untuk memberikan dukungan lebih besar kepada produk-produk dengan merek nasional. Langkah ini dinilai sebagai upaya memperkuat industri otomotif domestik sekaligus meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa prioritas pemerintah adalah mendukung pengembangan kendaraan listrik buatan merek nasional.
"Kita akan prioritaskan mobil-mobil dan motor listrik merek nasional," ujar Agus di Jakarta, Kamis (30/7/2026).
Meski demikian, pemerintah belum mengungkap secara rinci bentuk insentif yang akan diberikan kepada produsen kendaraan listrik. Agus menjelaskan bahwa pembahasan mengenai skema tersebut masih mengacu pada koordinasi lintas kementerian.
"Insentif mobil kan udah disampaikan oleh Pak Airlangga (Menko Perekenomian) kan dalam statement-nya. Ikuti aja statement-nya," sambung Agus.
Kebijakan tersebut diperkirakan akan menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi peta persaingan industri kendaraan listrik di Indonesia, terutama bagi produsen yang telah memiliki fasilitas produksi di dalam negeri.
4. Pemerintah Pastikan Program Insentif EV Tetap Berjalan
Selain Kementerian Perindustrian, Kementerian Keuangan juga memastikan bahwa insentif kendaraan listrik tidak akan dihentikan. Namun, mekanisme penyalurannya akan mengalami perubahan agar lebih sesuai dengan arah kebijakan pemerintah saat ini.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa program insentif untuk kendaraan listrik, khususnya sepeda motor listrik, tetap tersedia meskipun pola distribusinya akan berbeda dibandingkan sebelumnya.
"Motor listrik masih ada insentif nanti, tapi dialihkan ke beberapa perusahaan tertentu," bilang Purbaya.
Ia juga menjelaskan bahwa pemerintah masih menunggu rekomendasi dari Kementerian Perindustrian serta Danantara terkait perusahaan mana saja yang nantinya berhak memperoleh dukungan tersebut.
"Saya masih tunggu masukan dari Menperin dan dari Danantara. Karena dia yang diminta menentukan kemana subsidinya, untuk mobil juga kita tunggu masukan," ujar Purbaya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pembahasan mengenai skema insentif masih terus berlangsung sehingga belum ada keputusan final mengenai perusahaan penerima manfaat.