Pedro Acosta Tak Merasa Tertekan Jelang Gabung Ducati, Siap Jalani Babak Baru di MotoGP

Kuatbaca.com - Pedro Acosta akan menghadapi salah satu perubahan terbesar dalam perjalanan kariernya di MotoGP. Setelah bertahun-tahun membela KTM sejak awal kariernya di kelas balap motor dunia, pebalap asal Spanyol tersebut akan memulai petualangan baru bersama tim pabrikan Ducati.
Kepindahan ini menjadi sorotan karena Acosta tidak melewati fase tim satelit Ducati terlebih dahulu. Ia akan langsung masuk ke tim utama, sebuah jalur yang cukup jarang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Langkah tersebut membuat musim pertamanya bersama Ducati diprediksi menjadi salah satu periode paling menarik dalam karier pebalap berjuluk El Tiburon de Mazzaron itu.
Acosta telah mengenal lingkungan KTM sejak masih berusia sangat muda. Pengalaman panjang tersebut membuatnya sudah terbiasa dengan orang-orang, sistem kerja, serta karakter lingkungan tim asal Austria tersebut. Karena itu, perpindahan menuju Ducati bukan hanya soal beradaptasi dengan motor baru, tetapi juga membangun kembali hubungan kerja dengan orang-orang di dalam garasi.
1. Satu Garasi dengan Marc Marquez Jadi Tantangan Baru
Hal lain yang membuat kepindahan Acosta semakin menarik adalah statusnya sebagai rekan setim Marc Marquez. Pebalap senior asal Spanyol itu memiliki reputasi luar biasa di MotoGP dengan koleksi tujuh gelar juara dunia.
Berada dalam satu garasi dengan Marquez tentu akan menghadirkan ekspektasi tinggi. Namun, Acosta justru tidak melihat keberadaan juara dunia tersebut sebagai sumber tekanan tambahan. Ia menilai dirinya dan Marquez berada dalam fase karier yang berbeda.
Acosta menganggap dirinya masih berada pada tahap awal perjalanan sebagai pebalap MotoGP. Sementara itu, Marquez telah melewati sebagian besar perjalanan panjangnya di kelas premier dan memiliki pengalaman luas bersama berbagai tim.
"Aku enggak tahu apa yang akan kutemui di garasi, terus terang saja," kata Acosta.
Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa Acosta menyadari adanya banyak hal baru yang harus dipelajari ketika mulai bekerja dengan Ducati. Namun, ketidaktahuan tersebut tidak membuatnya merasa terbebani.
2. Acosta Tidak Merasa Ada Tekanan di Ducati
Alih-alih memandang kepindahan ke Ducati sebagai beban, Acosta justru melihatnya sebagai kesempatan untuk memulai kembali proses adaptasi. Ia menyadari bahwa dirinya membutuhkan waktu untuk memahami sistem kerja tim baru.
"Namun, di sisi lain, aku juga tidak punya tekanan. Marc kan di akhir kariernya, sedangkan aku baru mulai di dalam karierku," ujar Acosta.
Menurutnya, situasi tersebut membuat perbandingan langsung dengan Marquez tidak perlu menjadi fokus utama. Keduanya memiliki perjalanan dan pengalaman yang berbeda sehingga Acosta lebih memilih berkonsentrasi pada perkembangannya sendiri.
Fokus tersebut menjadi penting bagi Acosta karena Ducati akan menjadi lingkungan yang benar-benar berbeda setelah bertahun-tahun berada di KTM. Ia tidak ingin terburu-buru menentukan ekspektasi sebelum memahami secara menyeluruh bagaimana tim barunya bekerja.
3. Adaptasi dengan Garasi Ducati Menjadi Fokus Utama
Acosta menyadari bahwa proses adaptasi dengan Ducati membutuhkan waktu. Selama berada di KTM, ia telah membangun hubungan dengan banyak anggota tim sejak usia 16 tahun. Hubungan yang terbentuk dalam waktu lama tersebut tentu tidak bisa langsung digantikan ketika pindah ke lingkungan baru.
"Selain itu, dia mengenal semua orang di tim, dan aku akan butuh sedikit waktu untuk mendapatkan ritme di garasi Italia, aku akan mengatakannya, karena aku kan bersama KTM selama enam tahun. Aku sudah kenal orang-orang di sana sejak aku berusia 16 tahun," tuturnya.
Karena itu, mendapatkan ritme kerja di garasi Ducati menjadi salah satu target penting bagi Acosta. Ia harus memahami karakter tim, berkomunikasi dengan kru teknis, membangun hubungan dengan mekanik, serta mengetahui bagaimana setiap proses dilakukan sebelum bisa benar-benar merasa nyaman.
Adaptasi tersebut bukan sesuatu yang dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Bagi pebalap MotoGP, hubungan komunikasi antara rider dan tim teknis memiliki peranan besar dalam proses pengembangan performa motor.