
Kuatbaca.com - Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau kembali memberikan dampak terhadap mobilitas masyarakat. Sebaran abu vulkanik di atmosfer membuat sejumlah penerbangan mengalami gangguan, termasuk penutupan sementara beberapa bandara. Kondisi tersebut membuat calon penumpang harus mencari moda transportasi alternatif untuk melanjutkan perjalanan.
Salah satu pilihan yang mulai banyak digunakan adalah kereta api. PT Kereta Api Indonesia (KAI) melakukan penyesuaian layanan dengan menambah perjalanan kereta serta meningkatkan kapasitas pada sejumlah rangkaian reguler. Kebijakan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan masyarakat yang perjalanan udaranya terdampak aktivitas vulkanik.
Gunung Anak Krakatau tercatat kembali mengalami erupsi pada Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 20.23 WIB. Aktivitas tersebut menghasilkan abu vulkanik yang kemudian menyebar ke sejumlah wilayah tergantung kondisi atmosfer dan arah pergerakan angin.
Kondisi abu vulkanik di jalur penerbangan menjadi perhatian karena partikel tersebut dapat membahayakan operasional pesawat. Karena itu, keputusan untuk menghentikan sementara penerbangan di wilayah tertentu dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan penerbangan.
1. Abu Vulkanik Menyebar ke Lima Provinsi
Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Lana Saria menjelaskan bahwa hasil pemantauan menunjukkan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau menyebar ke sejumlah wilayah di Indonesia.
Wilayah yang terdampak meliputi Banten, sebagian Jawa Barat, DKI Jakarta, Lampung, dan Bengkulu. Pemantauan dilakukan dengan menggabungkan berbagai sumber informasi terkait aktivitas gunung api dan kondisi atmosfer.
"Dan berdasarkan gabungan informasi erupsi dan VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation) dari PVMBG melalui Magma Indonesia, informasi VAAC (Volcanic Ash Advisory Centre) Darwin serta analisa citra satelit Himawari-9 oleh BMKG, bahwa abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terpantau menyebar di atmosfer ke arah Banten, sebagian Jawa Barat, dan juga DKI Jakarta, serta Lampung dan Bengkulu," ujar Lana dalam konferensi pers secara daring, Minggu (6/9/2026).
Penyebaran abu di atmosfer menjadi salah satu faktor yang harus diperhitungkan dalam menentukan keamanan penerbangan. Maskapai dan pengelola bandara perlu menyesuaikan operasional berdasarkan perkembangan terbaru kondisi udara dan informasi vulkanik.
2. Empat Bandara Sempat Menghentikan Operasional
Dampak erupsi Anak Krakatau kemudian dirasakan dalam sektor penerbangan. Sejumlah bandara harus menghentikan sementara operasional penerbangan sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi abu vulkanik di atmosfer.
Empat bandara yang terdampak dalam periode tersebut adalah Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta, Bandara Radin Inten II di Lampung, serta Bandara Husein Sastranegara di Bandung.
Penutupan operasional sementara tersebut dijadwalkan berlangsung hingga Senin (7/9/2026) pukul 08.59 WIB. Penumpang yang memiliki jadwal penerbangan diminta terus memeriksa perkembangan status penerbangan karena kondisi operasional bandara dapat berubah sesuai situasi terbaru.
Gangguan tersebut membuat sebagian calon penumpang harus mengubah rencana perjalanan. Mereka yang membutuhkan perjalanan antarkota kemudian mempertimbangkan moda transportasi darat, termasuk kereta api, sebagai alternatif.
3. KAI Tambah Perjalanan Kereta untuk Layani Penumpang
PT KAI merespons meningkatnya kebutuhan perjalanan dengan melakukan penyesuaian operasional. Perusahaan mengoperasikan tiga perjalanan kereta api tambahan menuju Jakarta sekaligus menambah kapasitas pada beberapa kereta reguler.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan penyesuaian dilakukan dengan mempertimbangkan kesiapan sarana dan prasarana serta aspek keselamatan perjalanan.
"KAI terus memastikan masyarakat memiliki akses transportasi kereta api yang aman dan nyaman melalui penyesuaian layanan perjalanan. Setiap pengaturan perjalanan dilakukan dengan memperhatikan kesiapan sarana, prasarana, serta aspek keselamatan," kata Anne dalam keterangan kepada wartawan, Minggu (6/9).
Penambahan perjalanan tersebut menjadi salah satu opsi bagi masyarakat yang membutuhkan transportasi ketika perjalanan udara mengalami gangguan. KAI juga terus memantau perkembangan kondisi vulkanik untuk memastikan operasional kereta tetap berjalan dengan aman.
Selain menambah perjalanan, KAI mengingatkan penumpang agar memperhatikan kondisi kesehatan selama perjalanan. Masker dapat digunakan apabila diperlukan, khususnya bagi penumpang yang sensitif terhadap paparan abu vulkanik maupun kualitas udara di wilayah terdampak.
4. Tiga KA Tambahan Disiapkan Menuju Jakarta
Untuk mengantisipasi peningkatan permintaan, KAI menyiapkan tiga perjalanan kereta api tambahan menuju Jakarta. Penambahan tersebut mencakup beberapa rute yang melayani penumpang dari kota-kota besar di Pulau Jawa.
Berikut jadwal tiga kereta tambahan tersebut:
Selain perjalanan tambahan, kapasitas dua kereta api reguler juga ditingkatkan. Kereta yang mendapatkan penyesuaian kapasitas adalah KA Anggrek dengan rute Surabaya Pasar Turi-Gambir dan KA Gumarang dengan rute Surabaya Pasar Turi-Pasar Senen.
Penyesuaian tersebut memberikan alternatif bagi masyarakat yang harus mengubah rencana perjalanan akibat gangguan penerbangan.
5. Penumpang Pesawat Beralih Menggunakan Kereta Api
Gangguan penerbangan juga dirasakan langsung oleh sejumlah penumpang. Salah satunya Nanik Nirmala yang harus mengubah rencana perjalanan setelah penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta terdampak penghentian operasional.
Nanik sebenarnya dijadwalkan melakukan perjalanan melalui jalur udara menuju Makassar sebelum melanjutkan perjalanan ke Kolaka, Sulawesi Tenggara. Karena kondisi penerbangan tidak dapat berjalan sesuai rencana, ia memilih kereta api sebagai bagian dari perjalanan alternatif.
"Infonya awalnya tadi penerbangan akan delay 1-2 jam karena bandara baru dibuka jam 9 pagi kan. Tapi ternyata dibutuhkan tutup total. Makanya kami mengalihkan transportasi melalui kereta api," ujar Nanik di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Senin (7/9).
Perubahan moda transportasi tersebut membuat Nanik harus menyesuaikan kembali jadwal perjalanan berikutnya. Ia masih berusaha mencari tiket penerbangan dari kota lain yang memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan menuju Sulawesi Tenggara.
"Jadi masih berusaha untuk cari transportasi ke arah Jogja atau Surabaya lagi diusahakan tiket untuk ke Sulawesi," ujarnya.
6. Penumpang Harus Menyesuaikan Jadwal Kereta dan Pesawat
Nanik juga tengah mengurus proses pengembalian tiket penerbangan yang terdampak. Pada saat yang sama, ia harus memastikan jadwal kereta api yang dipilih tidak berbenturan dengan jadwal penerbangan lanjutan.
"Kita masih memastikan ada kesesuaian tiket kereta nyampainya dan pesawat berangkatnya," katanya.
Bagi penumpang yang mengalami situasi serupa, perpindahan moda transportasi memang membutuhkan perencanaan ulang. Waktu tempuh kereta, jadwal penerbangan, ketersediaan tiket, hingga waktu perjalanan menuju bandara harus diperhitungkan agar tidak kembali mengalami keterlambatan.
Nanik sendiri masih berusaha mempertahankan rencana perjalanan menggunakan pesawat untuk menuju Kolaka. Pilihan menggunakan transportasi laut dinilai kurang memungkinkan karena membutuhkan waktu lebih lama.
"Kalau naik kapal kan terlalu lama," ucapnya.
7. Kereta Api Jadi Pilihan Saat Transportasi Udara Terganggu
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau menunjukkan bahwa kondisi alam dapat berdampak langsung terhadap mobilitas masyarakat. Dalam situasi seperti ini, ketersediaan moda transportasi alternatif menjadi sangat penting.
Kereta api menjadi salah satu pilihan karena perjalanan di jalur darat tidak terdampak langsung oleh keberadaan abu vulkanik di jalur penerbangan. Penambahan perjalanan dan kapasitas yang dilakukan KAI juga memberikan lebih banyak pilihan bagi masyarakat yang harus mengubah rencana perjalanan.
Meski demikian, penumpang tetap perlu memperhatikan jadwal terbaru dan mengikuti arahan petugas. KAI mengimbau pelanggan datang lebih awal ke stasiun, memastikan kembali jadwal perjalanan, serta mengikuti ketentuan selama berada di area stasiun maupun di dalam kereta.
"KAI mengajak pelanggan untuk datang lebih awal ke stasiun, memastikan jadwal perjalanan, serta mengikuti arahan petugas agar perjalanan berlangsung dengan aman dan nyaman," tutur Anne.