Apa Itu Desil 1 sampai 10? Ini Arti, Pengelompokan, dan Fungsinya untuk Bansos

4 September 2026 18:36 WIB
6a9a91233ce26.jpg

1. Desil Adalah Pengelompokan Keluarga Berdasarkan Tingkat Kesejahteraan

Desil merupakan sistem pengelompokan keluarga berdasarkan tingkat kesejahteraan sosial ekonomi. Pengelompokan ini terdiri dari 10 kelompok yang masing-masing mewakili sekitar 10 persen keluarga di Indonesia. Data desil bersumber dari Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), yang digunakan pemerintah untuk melihat kondisi sosial dan ekonomi masyarakat secara lebih terukur. Penentuan desil tidak hanya melihat besarnya pendapatan keluarga. Sejumlah indikator lain juga diperhitungkan, seperti karakteristik individu, pekerjaan, pendidikan, kondisi tempat tinggal, daya listrik, hingga kepemilikan aset. Dengan menggunakan berbagai variabel tersebut, pemerintah dapat memetakan kondisi kesejahteraan keluarga secara lebih menyeluruh. Data desil kemudian menjadi salah satu dasar dalam menentukan kelompok masyarakat yang menjadi sasaran berbagai program perlindungan sosial dan bantuan pemerintah.

2. Desil 1 hingga 10 Menunjukkan Tingkatan Kesejahteraan

Sepuluh kelompok desil menunjukkan posisi keluarga berdasarkan tingkat kesejahteraannya. Desil 1 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah, sedangkan desil 10 berada pada kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi. Secara umum, desil 1 mencakup kelompok dengan kondisi ekonomi paling bawah atau miskin ekstrem. Desil 2 merupakan kelompok miskin, sedangkan desil 3 terdiri dari keluarga yang berada di sekitar garis kemiskinan atau masuk kategori hampir miskin. Selanjutnya, desil 4 menggambarkan kelompok yang masih rentan mengalami kemiskinan. Desil 5 merupakan kelompok yang berada dalam masa transisi menuju kelas menengah. Sementara itu, desil 6 hingga 10 mencakup keluarga dengan kondisi ekonomi menengah sampai kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi. Posisi desil seseorang dapat diketahui melalui data sosial ekonomi yang tercatat dalam sistem pemerintah.

3. Desil 1 sampai 4 Menjadi Sasaran Utama Sejumlah Bansos

Pembagian desil memiliki fungsi penting dalam penentuan sasaran bantuan sosial atau bansos. Keluarga yang masuk dalam desil 1 hingga desil 4, yang berarti 40 persen kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terbawah, dapat diusulkan menjadi penerima sejumlah program bantuan sosial. Salah satunya adalah Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan Sembako. Dengan adanya pengelompokan berdasarkan desil, pemerintah dapat menyalurkan bantuan dengan sasaran yang lebih terarah kepada keluarga yang dinilai paling membutuhkan. Namun, masuk ke dalam kelompok desil tertentu tidak serta-merta berarti seseorang otomatis menerima semua jenis bantuan. Penetapan penerima tetap mengikuti ketentuan dan mekanisme masing-masing program. Data desil menjadi salah satu instrumen yang digunakan pemerintah untuk membantu menentukan prioritas penerima berdasarkan kondisi sosial ekonomi keluarga.

4. Desil 5 Berkaitan dengan Kepesertaan PBI-JK

Selain desil 1 sampai 4, desil 5 juga memiliki kaitan dengan program perlindungan sosial. Keluarga yang berada dalam kelompok desil 5 dapat diusulkan menjadi peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK). PBI-JK merupakan skema yang membantu masyarakat tertentu dalam memperoleh perlindungan jaminan kesehatan melalui pembayaran iuran oleh pemerintah sesuai ketentuan yang berlaku. Hal ini menunjukkan bahwa informasi desil tidak hanya digunakan untuk mengidentifikasi kelompok masyarakat miskin. Data tersebut juga dapat membantu pemerintah menentukan sasaran berbagai program sosial berdasarkan tingkat kesejahteraan keluarga. Sementara itu, keluarga yang berada di desil 6 sampai 10 umumnya masuk dalam kelompok dengan kondisi ekonomi menengah hingga paling tinggi. Meski demikian, perubahan kondisi ekonomi dapat membuat posisi desil suatu keluarga berubah dari waktu ke waktu.

5. Data Desil Bersifat Dinamis dan Dapat Diperbarui

Desil bukanlah status yang bersifat permanen. Pengelompokan keluarga dapat berubah apabila kondisi sosial ekonomi mereka mengalami perubahan. Karena itu, masyarakat yang merasa data desilnya tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya dapat mengajukan pembaruan data. Proses pembaruan dapat dilakukan melalui pemerintah desa atau kelurahan dan dinas sosial, maupun melalui aplikasi Cek Bansos dengan menyampaikan informasi sesuai kondisi nyata. Setelah data diperbarui, penghitungan desil dapat dilakukan kembali oleh Badan Pusat Statistik (BPS) secara berkala. Perubahan desil dapat terjadi karena adanya perubahan berbagai indikator yang digunakan dalam penilaian kesejahteraan, termasuk kondisi pekerjaan, pendidikan, tempat tinggal maupun kepemilikan aset. Dengan demikian, masyarakat perlu memastikan data sosial ekonominya tercatat secara benar agar pemetaan kesejahteraan dan penyaluran program pemerintah dapat dilakukan sesuai kondisi di lapangan.

DTSEN
DesilBansos
CekBansos

pemerintah

Fenomena Terkini






Trending