
Kuatbaca - Rencana pengoperasian kembali Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung memasuki babak baru. Kementerian Perhubungan menyatakan proses kajian teknis yang menjadi dasar reaktivasi bandara telah selesai dilakukan. Kini, fokus pemerintah beralih pada pemenuhan berbagai aspek operasional agar bandara tersebut dapat kembali melayani penerbangan secara aman dan optimal.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan konektivitas transportasi udara di Jawa Barat sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat terhadap akses penerbangan yang lebih dekat dengan pusat Kota Bandung.
Meski demikian, pembukaan kembali bandara tidak akan dilakukan secara tergesa-gesa. Pemerintah menegaskan bahwa seluruh persyaratan operasional harus dipenuhi terlebih dahulu agar pelayanan kepada penumpang dapat berjalan sesuai standar keselamatan penerbangan.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah menyelesaikan serangkaian kajian operasional serta evaluasi aspek keselamatan penerbangan sebagai landasan dalam proses reaktivasi Bandara Husein Sastranegara.
Kajian tersebut mencakup berbagai elemen penting, mulai dari kesiapan fasilitas sisi udara, terminal penumpang, sistem navigasi, prosedur operasional, hingga standar keamanan penerbangan. Seluruh hasil evaluasi menjadi acuan sebelum bandara kembali menerima penerbangan komersial.
Dengan selesainya tahap kajian, pemerintah menilai proses reaktivasi kini memasuki fase implementasi yang membutuhkan koordinasi erat antara regulator dan operator bandara.
Setelah proses evaluasi selesai, tanggung jawab berikutnya berada di tangan PT Angkasa Pura Indonesia sebagai operator Bandara Husein Sastranegara. Perusahaan diminta segera menyelesaikan seluruh kebutuhan operasional agar bandara siap digunakan kembali.
Persiapan tersebut mencakup pengecekan fasilitas terminal, kesiapan landasan pacu, peralatan navigasi, layanan keamanan, sistem penanganan bagasi, hingga kesiapan sumber daya manusia yang akan bertugas melayani operasional penerbangan.
Selain itu, koordinasi dengan maskapai penerbangan, otoritas navigasi udara, serta instansi pendukung lainnya juga menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh proses berjalan tanpa kendala ketika bandara mulai diaktifkan kembali.
Dalam proses reaktivasi, pemerintah menyiapkan dua skenario sebagai opsi pembukaan kembali Bandara Husein Sastranegara. Pendekatan ini dilakukan agar operasional dapat disesuaikan dengan kondisi lapangan, kesiapan fasilitas, serta kebutuhan layanan penerbangan.
Skenario pertama adalah pembukaan secara bertahap. Dalam model ini, jumlah penerbangan akan dibatasi terlebih dahulu dengan melayani rute-rute tertentu yang memiliki permintaan tinggi. Pendekatan bertahap dinilai dapat memberikan waktu bagi operator untuk mengevaluasi kelancaran operasional sebelum kapasitas penerbangan ditingkatkan.
Sementara itu, skenario kedua memungkinkan pembukaan layanan yang lebih luas apabila seluruh aspek operasional, keselamatan, serta dukungan infrastruktur dinyatakan siap secara menyeluruh. Melalui skema ini, aktivitas penerbangan dapat langsung berjalan dalam kapasitas yang lebih besar sesuai kebutuhan maskapai dan penumpang.
Keputusan mengenai skenario yang akan diterapkan nantinya bergantung pada hasil evaluasi akhir terhadap kesiapan seluruh fasilitas pendukung.
Apabila kembali beroperasi, Bandara Husein Sastranegara diharapkan mampu memperkuat konektivitas wilayah Bandung Raya dengan berbagai kota di Indonesia. Kehadiran bandara ini dinilai tetap memiliki peran strategis karena lokasinya berada di dalam kawasan perkotaan sehingga lebih mudah dijangkau masyarakat dibandingkan bandara yang berada di luar pusat kota.
Selain memberikan kemudahan bagi penumpang, pengoperasian kembali bandara juga diperkirakan akan memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata, perdagangan, serta kegiatan bisnis di Jawa Barat.
Pelaku industri perhotelan, restoran, hingga usaha mikro dan kecil berpotensi memperoleh manfaat dari meningkatnya mobilitas wisatawan maupun pelaku usaha yang datang ke Bandung melalui jalur udara.
Pemerintah juga memastikan bahwa pembukaan kembali Bandara Husein Sastranegara akan tetap diselaraskan dengan pengembangan sistem transportasi nasional. Keberadaan bandara ini diharapkan mampu melengkapi layanan transportasi udara di Jawa Barat tanpa mengganggu keseimbangan operasional bandara lain di wilayah tersebut.
Karena itu, pengaturan rute, frekuensi penerbangan, hingga jenis layanan yang akan beroperasi nantinya akan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat sekaligus efektivitas jaringan transportasi udara secara keseluruhan.
Pendekatan tersebut bertujuan menciptakan sistem penerbangan yang saling mendukung, sehingga kapasitas layanan dapat dimanfaatkan secara optimal.
Meski proses reaktivasi menunjukkan perkembangan yang positif, pemerintah belum menetapkan jadwal pasti pembukaan kembali Bandara Husein Sastranegara. Seluruh tahapan persiapan harus terlebih dahulu dinyatakan memenuhi standar operasional dan keselamatan sebelum izin operasional diberikan.
Dengan telah selesainya kajian teknis dan dimulainya proses pemenuhan kesiapan operasional, peluang bandara untuk kembali melayani penerbangan komersial kini semakin terbuka. Apabila seluruh persyaratan dapat dipenuhi sesuai target, Bandara Husein Sastranegara berpotensi kembali menjadi salah satu gerbang transportasi udara utama di Jawa Barat yang mendukung mobilitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.