
Partai Amanat Nasional (PAN) menilai pemerintahan Presiden Prabowo Subianto layak mendapatkan penilaian positif setelah hampir dua tahun berjalan. Wakil Ketua Umum PAN Saleh Partaonan Daulay menyebut istilah “rapor oke” yang disampaikan Prabowo memiliki dasar berupa sejumlah capaian pemerintah. Menurutnya, berbagai program yang telah dijalankan menunjukkan adanya upaya pemerintah untuk memenuhi target pembangunan dan memperkuat perekonomian nasional. Sejumlah capaian yang menjadi perhatian antara lain perkembangan swasembada pangan, peningkatan kinerja Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), serta pembangunan infrastruktur. Bagi PAN, hasil tersebut patut diketahui masyarakat sebagai gambaran mengenai pekerjaan pemerintah selama hampir dua tahun masa kepemimpinan Prabowo.
Salah satu hal yang dinilai menjadi kekuatan pemerintah adalah upaya memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan nasional. Agenda swasembada pangan menjadi bagian penting karena berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat dan ketahanan ekonomi Indonesia. Selain sektor pangan, PAN juga menyoroti perkembangan Danantara yang disebut mengalami peningkatan kinerja secara signifikan. Infrastruktur juga menjadi bagian dari capaian yang dianggap menunjukkan keberlanjutan pembangunan nasional. Berbagai proyek pembangunan dinilai mempunyai dampak terhadap konektivitas, aktivitas ekonomi, serta pemerataan pembangunan di berbagai wilayah. Meski demikian, capaian tersebut tetap perlu dilihat secara menyeluruh dengan mempertimbangkan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat serta keberlanjutan program dalam jangka panjang.
PAN menilai penyampaian capaian pemerintah kepada masyarakat memiliki sejumlah tujuan. Pertama, publik perlu mengetahui bahwa pemerintah terus bekerja dan menjalankan program berdasarkan prioritas yang telah ditetapkan. Transparansi mengenai hasil kerja juga dapat menjadi bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat sebagai pihak yang menerima dampak kebijakan pemerintah. Selain itu, penyampaian capaian dapat menjadi sarana komunikasi pemerintah dengan kelompok yang selama ini memberikan kritik. Dengan membuka data dan hasil kerja secara lebih luas, masyarakat dapat menilai sendiri apakah program pemerintah berjalan sesuai harapan. Bagi PAN, publikasi capaian tidak semestinya hanya menjadi bagian dari komunikasi politik, tetapi juga dapat digunakan untuk menunjukkan hasil konkret dari kebijakan yang telah dijalankan.
Penilaian positif terhadap kinerja pemerintah juga dinilai dapat memberikan motivasi kepada jajaran kabinet. Saleh melihat apresiasi dari Presiden dapat menjadi bentuk penghargaan terhadap para menteri yang telah menjalankan tugas masing-masing. Ketika pemerintah memberikan penilaian baik terhadap hasil kerja, para pembantu presiden diharapkan semakin terdorong untuk meningkatkan kinerja dan memperbaiki program yang belum optimal. Namun, rapor positif bukan berarti seluruh persoalan telah selesai. Pemerintah masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam bidang ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, evaluasi secara berkala tetap dibutuhkan agar keberhasilan yang telah dicapai dapat dipertahankan, sementara kekurangan yang masih ada segera diperbaiki.
Meskipun memberikan penilaian positif, PAN menegaskan bahwa pemerintahan Prabowo tetap membutuhkan kritik dan masukan dari berbagai pihak. Saleh menilai keterbukaan terhadap saran menjadi salah satu faktor penting agar kebijakan pemerintah semakin tepat sasaran, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Pemerintah juga perlu memastikan bahwa berbagai capaian nasional tidak hanya terlihat dari angka atau indikator makro, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat di tingkat bawah. Di sisi lain, keberhasilan pembangunan dapat memperkuat kepercayaan investor terhadap Indonesia apabila didukung situasi politik dan keamanan yang stabil. Dengan demikian, rapor “oke” yang diberikan kepada pemerintahan Prabowo sebaiknya menjadi titik evaluasi untuk mempertahankan capaian sekaligus memperbaiki sektor yang masih membutuhkan perhatian, bukan menjadi alasan untuk berhenti melakukan pembenahan.