
Kuatbaca - Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian langsung kepada prestasi atlet Indonesia di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya. Salah satu atlet yang mendapat ucapan selamat dari Presiden adalah Rahmat Erwin Abdullah, lifter Indonesia yang berhasil membawa pulang medali emas dari cabang olahraga angkat besi.
Prabowo menghubungi Rahmat Erwin melalui sambungan video setelah sang atlet mencatatkan prestasi penting pada pertandingan di Jepang. Komunikasi tersebut menjadi bentuk apresiasi Presiden atas keberhasilan Rahmat mempertahankan medali emas sekaligus mencatatkan rekor dunia.
Momen percakapan tersebut turut melibatkan Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI), Rosan Roeslani. Momen komunikasi itu kemudian dibagikan melalui kanal resmi pemerintah pada Minggu, 27 September 2026.
Rahmat Erwin tampil pada nomor 75 kilogram putra dalam pertandingan angkat besi Asian Games 2026. Laga tersebut berlangsung di Nagoya City Trade and Industry Center, Jepang, pada Sabtu, 26 September 2026.
Penampilan Rahmat berakhir dengan catatan total angkatan 366 kilogram. Hasil tersebut berasal dari angkatan snatch terbaik seberat 160 kilogram dan clean and jerk 206 kilogram.
Catatan tersebut mengantarkan Rahmat ke posisi teratas sekaligus memastikan medali emas untuk Indonesia. Persaingan berlangsung ketat karena lifter Thailand Weeraphon Wichuma hanya terpaut satu kilogram dengan total angkatan 365 kilogram.
Pencapaian Rahmat menjadi semakin menonjol karena penampilannya tidak berhenti pada perolehan medali emas. Total angkatan 366 kilogram juga membawanya melewati catatan rekor dunia kelas 75 kilogram.
Selain rekor total angkatan, Rahmat juga membukukan rekor dunia pada nomor clean and jerk setelah berhasil mengangkat beban 206 kilogram. Dua pencapaian tersebut membuat penampilan Rahmat menjadi salah satu sorotan penting bagi kontingen Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Perjalanan Rahmat menuju podium tertinggi tidak berlangsung mudah. Pada sesi snatch, ia memulai pertandingan dengan angkatan 155 kilogram yang berhasil diselesaikan dengan baik.
Percobaan berikutnya membawa Rahmat ke angka 158 kilogram. Ia kemudian mampu mencapai 160 kilogram sebagai catatan terbaik pada sesi tersebut.
Persaingan semakin menarik ketika memasuki sesi clean and jerk. Rahmat mampu menyelesaikan angkatan 206 kilogram sehingga total angkatannya mencapai 366 kilogram. Selisih tipis dengan lifter Thailand membuat setiap percobaan menjadi sangat menentukan dalam perebutan medali.
Medali emas di Aichi-Nagoya juga memperpanjang catatan prestasi Rahmat Erwin di Asian Games. Sebelumnya, ia telah menjadi juara pada ajang Asian Games 2022 di Hangzhou, China.
Namun, kali ini Rahmat tampil pada kelas yang berbeda. Pada edisi sebelumnya ia berlaga di kelas 73 kilogram putra, sedangkan di Aichi-Nagoya ia turun di kelas 75 kilogram.
Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa Rahmat tetap mampu bersaing setelah adanya perubahan kelas pertandingan. Prestasinya di Jepang sekaligus menambah pengalaman panjangnya di pentas olahraga tingkat Asia.
Keberhasilan Rahmat kemudian mendapat perhatian dari Presiden Prabowo. Sambungan telepon dilakukan setelah Presiden mengetahui hasil pertandingan sang lifter di Jepang.
Dalam komunikasi tersebut, Prabowo menyampaikan apresiasi atas pencapaian Rahmat. Kehadiran Rosan Roeslani dalam percakapan juga memperlihatkan keterlibatan organisasi olahraga angkat besi dalam mendampingi perjalanan atlet Indonesia di ajang tersebut.
Perhatian Presiden terhadap atlet Indonesia bukan hanya terjadi setelah kemenangan Rahmat. Beberapa hari sebelumnya, Prabowo juga telah menghubungi tim bulu tangkis Indonesia setelah mereka meraih medali emas di Asian Games 2026.
Prestasi Rahmat turut menambah koleksi emas Indonesia di Asian Games 2026. Medali emas dari angkat besi tersebut menjadi emas kedua bagi kontingen Merah Putih setelah sebelumnya tim bulu tangkis beregu putra berhasil menjadi juara.
Hingga Sabtu malam, Indonesia tercatat mengoleksi dua medali emas, empat perak, dan 17 perunggu dalam perjalanan kontingen di Aichi-Nagoya. Raihan Rahmat sekaligus membawa tambahan penting bagi perolehan medali Indonesia di tengah berlangsungnya berbagai pertandingan cabang olahraga lainnya.
Angkat besi selama ini menjadi salah satu cabang yang memberikan kontribusi medali bagi Indonesia di ajang olahraga multievent. Keberhasilan Rahmat kembali menunjukkan pentingnya konsistensi pembinaan atlet untuk mempertahankan prestasi di level internasional.
Raihan emas tidak datang hanya dari satu pertandingan. Di balik penampilan seorang lifter di atas panggung terdapat proses latihan, pengaturan teknik, persiapan fisik, strategi memilih beban, serta kemampuan menjaga konsentrasi ketika menghadapi tekanan pertandingan.
Pada nomor angkat besi, selisih beberapa kilogram dapat menentukan posisi akhir seorang atlet. Karena itu, keberhasilan Rahmat mencatatkan total 366 kilogram menjadi pencapaian yang memiliki arti tersendiri bagi perjalanan kontingen Indonesia.
Komunikasi antara Presiden dan Rahmat Erwin memperlihatkan bagaimana pencapaian atlet di arena pertandingan mendapat perhatian hingga tingkat pemerintah. Bagi atlet, apresiasi semacam itu menjadi bagian dari dukungan moral setelah melewati persaingan di tingkat internasional.
Rahmat kini membawa pulang bukan hanya medali emas, tetapi juga catatan prestasi berupa rekor dunia di kelas 75 kilogram. Hasil tersebut menambah daftar pencapaiannya setelah sebelumnya sukses menjadi juara Asian Games di Hangzhou.
Meski Rahmat telah menyumbangkan emas, perjuangan kontingen Indonesia di Asian Games 2026 belum berakhir. Sejumlah atlet dari berbagai cabang olahraga masih akan menjalani pertandingan berikutnya.
Pemerintah dan masyarakat masih menantikan penampilan atlet Indonesia lainnya sepanjang penyelenggaraan Aichi-Nagoya. Setiap pertandingan akan menjadi kesempatan bagi kontingen Merah Putih untuk menambah perolehan medali.
Bagi Rahmat Erwin sendiri, kemenangan di kelas 75 kilogram menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam perjalanan kariernya. Medali emas dan rekor dunia yang diraih di Nagoya membuat namanya kembali tercatat sebagai salah satu atlet Indonesia yang berhasil mencapai podium tertinggi sekaligus menorehkan catatan baru di pentas olahraga Asia.