
Kuatbaca - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperluas program revitalisasi sekolah pada 2026 dengan menambahkan empat sekolah ke dalam daftar pembangunan. Keputusan tersebut diambil sebagai bagian dari upaya mempercepat perbaikan fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan serta memastikan proses belajar mengajar berlangsung di lingkungan yang aman dan nyaman.
Langkah itu diumumkan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung setelah menerima laporan terbaru mengenai kondisi sejumlah bangunan sekolah dari Dinas Pendidikan serta Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (Citata). Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, pemerintah memutuskan untuk memberikan prioritas kepada sekolah-sekolah yang dinilai membutuhkan penanganan segera.
Salah satu sekolah yang menjadi perhatian adalah SDN Kebayoran Lama Selatan 09, Jakarta Selatan. Sekolah tersebut sebelumnya menjadi sorotan publik karena kondisi bangunannya yang mengalami kerusakan cukup parah dan belum dapat digunakan secara optimal sejak 2024.
Dengan adanya penambahan empat sekolah baru, total sekolah yang akan direvitalisasi sepanjang 2026 meningkat menjadi 11 unit. Sebelumnya, Pemprov DKI hanya menetapkan tujuh sekolah sebagai prioritas pembangunan akibat keterbatasan anggaran.
Empat sekolah tambahan yang kini masuk dalam program revitalisasi meliputi SDN Kebayoran Lama Selatan 09, SMA Negeri 102 Jakarta, SDN Cempaka Putih Barat 03, serta SDN dan TK Negeri Papanggo 01.
Keputusan tersebut diharapkan mampu mempercepat penyelesaian persoalan infrastruktur pendidikan di Jakarta yang selama ini masih menyisakan sejumlah bangunan sekolah dengan kondisi kurang layak.
Sementara itu, sekolah-sekolah lain yang belum masuk dalam daftar revitalisasi tahun ini tetap akan menjadi bagian dari program pembangunan pada tahun anggaran berikutnya secara bertahap.
Untuk merealisasikan pembangunan empat sekolah tambahan tersebut, Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan anggaran sekitar Rp249 miliar.
Dana tersebut akan digunakan untuk membiayai berbagai pekerjaan konstruksi, mulai dari pembongkaran bangunan lama yang sudah tidak layak, pembangunan gedung baru, hingga penyediaan sarana penunjang kegiatan belajar mengajar.
Program revitalisasi tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik ruang kelas. Pemerintah juga berupaya memastikan fasilitas pendukung seperti perpustakaan, laboratorium, ruang guru, sanitasi, sistem drainase, hingga area bermain dapat memenuhi standar keamanan dan kenyamanan bagi siswa maupun tenaga pendidik.
Melalui investasi tersebut, Pemprov DKI berharap kualitas lingkungan pendidikan dapat meningkat sehingga mendukung proses pembelajaran yang lebih optimal.
Program revitalisasi sekolah sebenarnya sempat mengalami penyesuaian akibat berkurangnya alokasi Dana Bagi Hasil (DBH) yang diterima Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Pada tahap awal penyusunan anggaran, pemerintah menargetkan revitalisasi terhadap 22 sekolah yang terdiri dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Namun, keterbatasan anggaran membuat jumlah tersebut harus dikurangi secara signifikan menjadi hanya tujuh sekolah.
Setelah dilakukan evaluasi terhadap kondisi keuangan daerah serta prioritas pembangunan, pemerintah akhirnya menemukan ruang fiskal untuk menambah empat sekolah lagi ke dalam daftar revitalisasi.
Penambahan tersebut menjadi sinyal bahwa pemerintah daerah berupaya tetap menjaga komitmen terhadap peningkatan kualitas pendidikan meskipun menghadapi tantangan dari sisi pembiayaan.
Masuknya SDN Kebayoran Lama Selatan 09 dalam daftar revitalisasi menjadi perhatian khusus karena sekolah tersebut telah lama mengalami kerusakan.
Kondisi bangunan yang tidak layak menyebabkan aktivitas belajar mengajar harus dilakukan dengan berbagai penyesuaian. Situasi tersebut sempat memunculkan kekhawatiran masyarakat mengenai keselamatan siswa dan guru.
Pemerintah menilai sekolah yang mengalami kerusakan berat perlu menjadi prioritas agar peserta didik tidak terus belajar dalam kondisi yang kurang memadai.
Revitalisasi diharapkan mampu mengembalikan fungsi sekolah secara penuh sekaligus memberikan rasa aman bagi seluruh warga sekolah.
Sebelum pekerjaan fisik dimulai, Pemprov DKI akan terlebih dahulu menyelesaikan seluruh tahapan administrasi sepanjang Agustus 2026.
Tahapan ini meliputi penghapusan bangunan lama yang sudah rusak dari daftar aset pemerintah daerah. Proses tersebut dinilai penting agar tidak menimbulkan persoalan administrasi maupun temuan dalam proses audit keuangan.
Setelah seluruh dokumen dinyatakan lengkap, pemerintah akan melanjutkan proses penunjukan kontraktor pelaksana sesuai mekanisme pengadaan yang berlaku.
Dengan demikian, pekerjaan konstruksi dapat segera dimulai tanpa mengalami hambatan administratif yang berpotensi menghambat jadwal pembangunan.
Selain mempercepat proses revitalisasi, Pemprov DKI juga berkomitmen meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan proyek pembangunan sekolah.
Pengawasan akan dilakukan sejak tahap perencanaan, pelaksanaan konstruksi, hingga proses serah terima bangunan agar kualitas pekerjaan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk evaluasi terhadap berbagai persoalan pembangunan fasilitas pendidikan yang pernah terjadi sebelumnya, sehingga hasil revitalisasi benar-benar mampu memberikan manfaat jangka panjang.
Pemerintah juga berharap setiap proyek dapat selesai tepat waktu sehingga aktivitas belajar mengajar tidak terganggu lebih lama.
Program revitalisasi sekolah bukan sekadar memperbaiki bangunan yang rusak, tetapi juga menjadi bagian dari investasi jangka panjang dalam meningkatkan mutu pendidikan di Jakarta.
Sekolah yang memiliki ruang belajar aman, fasilitas lengkap, serta lingkungan yang nyaman diyakini mampu menciptakan suasana belajar yang lebih efektif. Kondisi tersebut juga dapat meningkatkan motivasi siswa maupun guru dalam menjalankan kegiatan pembelajaran setiap hari.
Melalui penambahan empat sekolah ke dalam program revitalisasi 2026, Pemprov DKI menunjukkan upaya untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan infrastruktur pendidikan. Dengan dukungan anggaran yang telah disiapkan dan penyelesaian administrasi yang ditargetkan rampung dalam waktu dekat, pembangunan diharapkan dapat segera dimulai sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh ribuan siswa di berbagai wilayah Jakarta.