
Kuatbaca.com - Program penguatan literasi yang selama ini dijalankan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) menghadapi tantangan besar setelah anggaran lembaga tersebut mengalami penurunan. Salah satu dampak paling nyata adalah dihentikannya program bantuan pengiriman buku ke berbagai daerah yang selama beberapa tahun terakhir menjadi salah satu upaya memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan.
Kebijakan penghentian program ini berpotensi memengaruhi banyak penerima manfaat, mulai dari perpustakaan desa, taman bacaan masyarakat, lembaga pemasyarakatan, hingga fasilitas pelayanan kesehatan seperti puskesmas. Padahal, distribusi buku dinilai menjadi salah satu strategi penting untuk meningkatkan budaya membaca dan pemerataan akses informasi di berbagai wilayah Indonesia.
Perubahan kondisi anggaran membuat sejumlah program prioritas harus dievaluasi, termasuk kegiatan yang selama ini menjadi bagian dari agenda nasional dalam meningkatkan kualitas literasi masyarakat.
1. Kepala Perpusnas Akui Program Literasi Terganggu
Kepala Perpustakaan Nasional, E. Aminudin Aziz, mengungkapkan bahwa penurunan anggaran memberikan dampak langsung terhadap berbagai program yang berkaitan dengan pengembangan literasi.
Menurutnya, keterbatasan dana membuat sejumlah kegiatan yang sebelumnya berjalan rutin kini tidak lagi dapat dilaksanakan secara maksimal.
Aminudin Aziz mengatakan:
"Betul, dengan penurunan anggaran yang sangat drastis, pekerjaan yang terkait dengan literasi menjadi terganggu."
Pernyataan tersebut disampaikan saat rapat kerja bersama Komisi X DPR RI. Ia menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak hanya memengaruhi operasional lembaga, tetapi juga berdampak pada pelayanan kepada masyarakat yang selama ini menjadi sasaran utama program literasi.
2. Ribuan Buku Pernah Didistribusikan ke Berbagai Wilayah
Pada periode sebelumnya, Perpusnas secara aktif menyalurkan bantuan buku ke berbagai lokasi layanan masyarakat di seluruh Indonesia. Program ini menyasar berbagai institusi yang membutuhkan tambahan koleksi bacaan untuk mendukung kegiatan pendidikan dan peningkatan literasi.
Setiap lokasi penerima memperoleh sekitar 1.000 eksemplar buku dengan berbagai tema yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat. Bantuan tersebut dimanfaatkan oleh perpustakaan desa, taman bacaan masyarakat, sekolah, lembaga pemasyarakatan, hingga puskesmas.
Program distribusi buku ini menjadi salah satu bentuk pemerataan akses pengetahuan, terutama bagi masyarakat yang berada di daerah dengan keterbatasan koleksi bacaan.
3. Program Mendapat Sambutan Positif dari Masyarakat
Menurut Aminudin, pelaksanaan program bantuan buku selama beberapa tahun terakhir memperoleh respons yang sangat baik dari masyarakat. Buku-buku yang dikirim tidak hanya tersimpan di rak perpustakaan, tetapi juga dimanfaatkan secara aktif oleh para pembaca.
Ia menyampaikan bahwa antusiasme masyarakat terhadap program tersebut menjadi bukti bahwa kebutuhan akan bahan bacaan masih sangat tinggi di berbagai daerah.
Aminudin mengatakan:
"Ini disambut dengan sangat luar biasa, dimanfaatkan dengan sangat baik, dan mendapatkan respons yang sangat-sangat positif."
Tingginya minat masyarakat terhadap program tersebut menunjukkan bahwa distribusi buku masih menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat budaya membaca, terutama di wilayah yang akses terhadap sumber bacaan masih terbatas.
4. Keterbatasan Dana Membuat Program Terhenti
Meski memberikan manfaat yang besar, Perpusnas tidak dapat melanjutkan program distribusi buku pada tahun 2026. Penyebab utamanya adalah keterbatasan anggaran yang dimiliki lembaga tersebut setelah terjadi pemangkasan belanja.
Aminudin menyampaikan secara terbuka bahwa kondisi keuangan saat ini membuat program tersebut belum dapat dilaksanakan kembali.
Ia mengatakan:
"Tahun 2026 ini tidak bisa kami kerjakan karena tidak ada uangnya."
Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa keberlanjutan berbagai program literasi sangat bergantung pada dukungan anggaran negara. Tanpa alokasi dana yang memadai, upaya memperluas akses membaca di berbagai daerah menjadi sulit diwujudkan.