
Kuatbaca.com - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memastikan besaran hadiah bagi peraih medali Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 diberikan dengan nominal yang sama seperti penyelenggaraan tahun 2025. Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara penutupan dan penganugerahan OSN 2026 di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu malam, 19 September 2026.
Kepastian tersebut menjadi perhatian karena sebelumnya muncul polemik mengenai nominal hadiah OSN 2026. Pada awal September, hadiah bagi sejumlah pemenang OSN jenjang pendidikan dasar sempat tercatat lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya sehingga memunculkan kritik publik. Saat itu, Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) mengalami pengurangan anggaran yang berdampak terhadap besaran hadiah.
Namun, dalam penutupan OSN 2026, pemerintah menyampaikan bahwa nilai hadiah yang diberikan kepada para peraih medali telah disamakan dengan besaran pada OSN 2025.
"Kami ingin menegaskan di forum ini hadiah Olimpiade ini kami berikan sama jumlahnya dengan OSN tahun 2025. Ini komitmen kami," ujar Abdul Mu'ti.
Dengan keputusan tersebut, para siswa yang berhasil meraih medali di OSN 2026 tetap memperoleh penghargaan uang pembinaan sesuai nominal yang telah diberlakukan pada penyelenggaraan sebelumnya.
1. Rincian Hadiah OSN untuk Jenjang SD dan SMP
Untuk jenjang sekolah dasar, madrasah ibtidaiyah, dan sederajat, pemerintah menetapkan tiga kategori hadiah berdasarkan medali yang diraih peserta. Peraih medali emas memperoleh Rp15 juta, medali perak mendapatkan Rp10 juta, sedangkan medali perunggu menerima Rp5 juta.
Besaran yang sama juga berlaku bagi peserta OSN jenjang SMP, madrasah tsanawiyah, dan sederajat. Peraih emas mendapatkan Rp15 juta, peraih perak Rp10 juta, dan peraih perunggu memperoleh Rp5 juta.
Abdul Mu’ti kembali menegaskan rincian tersebut dalam sambutannya di hadapan para peserta dan pemenang OSN 2026.
"Demikian pula untuk Jenjang SMP Madrasah Tsanawiyah dan yang sederajat untuk tiga cabang, hadiah untuk medali emas 15 juta, perak 10 juta, dan medali perunggu 5 juta," katanya.
Besaran hadiah tersebut menjadi bentuk penghargaan pemerintah terhadap prestasi siswa setelah melalui rangkaian seleksi dan kompetisi hingga mencapai tingkat nasional. Dalam konteks OSN, hadiah uang bukan satu-satunya bentuk apresiasi karena peserta berprestasi juga berkesempatan memperoleh pembinaan lanjutan.
2. Hadiah OSN SMA dan Sederajat Lebih Besar
Sementara itu, peserta OSN dari jenjang sekolah menengah atas memiliki nominal hadiah yang lebih tinggi. Kategori ini mencakup SMA, madrasah aliyah, SMK, MAK, dan satuan pendidikan sederajat.
Untuk sembilan cabang kompetisi yang dipertandingkan, peraih medali emas memperoleh hadiah Rp25 juta. Peraih medali perak mendapatkan Rp20 juta, sedangkan medali perunggu menerima Rp15 juta.
OSN jenjang pendidikan menengah pada 2026 diikuti 540 finalis yang berasal dari 28 provinsi serta satu Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) di Jepang. Para finalis bersaing dalam sembilan bidang, yakni astronomi, biologi, ekonomi, fisika, geografi, informatika, ilmu kebumian, kimia, dan matematika.
Kompetisi tersebut tidak hanya menjadi ajang untuk menentukan siswa dengan capaian akademik terbaik. Pemerintah juga menjadikannya sebagai bagian dari proses pengembangan talenta sains agar peserta memiliki kesempatan melanjutkan prestasi ke tingkat yang lebih tinggi.
3. Mendikdasmen Janji Hadiah OSN Dinaikkan Tahun Depan
Setelah memastikan nominal hadiah OSN 2026 tetap sama dengan tahun sebelumnya, Abdul Mu’ti juga menyampaikan rencana untuk meningkatkan nilai hadiah pada penyelenggaraan berikutnya.
Rencana tersebut disampaikan bersamaan dengan komitmen untuk memperbaiki sistem penyelenggaraan OSN. Pemerintah membuka kemungkinan melakukan evaluasi terhadap mekanisme kompetisi sekaligus meningkatkan bentuk apresiasi yang diterima siswa.
"Saya tadi berbincang-bincang dengan staf khusus dan staf ahli, mudah-mudahan di tahun depan sistemnya kita perbaiki dan hadiahnya dapat kita tingkatkan lagi," ujarnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa evaluasi OSN tidak hanya diarahkan pada nominal hadiah. Sistem kompetisi, pembinaan, serta kesinambungan pengembangan peserta juga menjadi bagian dari perhatian pemerintah.
Sebelumnya, polemik mengenai hadiah OSN 2026 sempat mendorong pemerintah mencari skema pendanaan tambahan. Abdul Mu’ti pada awal September mengatakan Kemendikdasmen berupaya memperoleh sumber pendanaan lain agar hadiah dapat ditambah.
4. Pemerintah Apresiasi Kritik Masyarakat
Abdul Mu’ti juga memberikan apresiasi kepada masyarakat yang menyampaikan kritik terkait hadiah OSN. Kritik tersebut muncul setelah nominal hadiah yang sempat diumumkan untuk sebagian jenjang pendidikan dinilai lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurut Mu’ti, masukan dari masyarakat menjadi bagian yang perlu diperhatikan dalam penyelenggaraan program pemerintah, termasuk dalam pembinaan prestasi peserta didik.
"Kami menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan kritik kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah," kata Sekretaris Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah tersebut.
Kritik mengenai hadiah OSN sebelumnya memang menjadi pembahasan luas. Pada awal September, Abdul Mu’ti meminta maaf atas nominal hadiah yang sempat lebih rendah dan menjelaskan bahwa kondisi tersebut berkaitan dengan pengurangan anggaran Puspresnas.
Perubahan kebijakan yang kemudian diumumkan dalam penutupan OSN 2026 membuat nominal hadiah kembali disetarakan dengan OSN 2025. Dengan demikian, penghargaan bagi siswa berprestasi tahun ini tidak lagi mengikuti nominal yang sempat menjadi sorotan pada awal September.