Prabowo Soroti Kualitas Pendidikan, Rekrutmen Guru Disebut Jadi Hal Utama yang Harus Dibenahi

18 September 2026 01:24 WIB
69de01941738b.jpeg

1. Prabowo Nilai Sistem Pendidikan Indonesia Perlu Diperbaiki

Presiden Prabowo Subianto menyoroti perlunya pembenahan menyeluruh terhadap sistem pendidikan di Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan ketika Prabowo merespons persoalan kemampuan numerasi siswa sekolah dasar yang dinilai masih menghadapi berbagai tantangan. Menurutnya, perbaikan pendidikan tidak cukup hanya dilakukan melalui perubahan metode belajar di dalam kelas, tetapi juga harus menyentuh sistem yang lebih mendasar. Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah proses rekrutmen tenaga pendidik. Prabowo menempatkan kualitas dan mekanisme penerimaan guru sebagai bagian penting dalam upaya memperbaiki mutu pendidikan nasional. Menurut dia, kualitas guru memiliki hubungan erat dengan kemampuan sekolah dalam memberikan pembelajaran yang baik kepada peserta didik.

2. Rekrutmen Guru Menjadi Perhatian Pemerintah

Dalam pandangan Prabowo, persoalan pendidikan juga berkaitan dengan adanya kesenjangan kualitas guru di berbagai daerah. Kondisi tersebut, menurutnya, tidak terlepas dari dinamika demokratisasi dan desentralisasi yang membuat pengelolaan pendidikan di daerah memiliki karakter berbeda-beda. Ia menyoroti pentingnya sistem rekrutmen yang mempertimbangkan kemampuan dan kompetensi calon guru. Prabowo menyebut masih terdapat kekhawatiran mengenai proses penerimaan guru yang tidak sepenuhnya menggunakan prinsip merit. Dalam kondisi tertentu, proses tersebut dapat dipengaruhi kedekatan dengan pejabat daerah atau faktor hubungan personal. Karena itu, pembenahan mekanisme rekrutmen dinilai perlu menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas tenaga pendidik sekaligus mengurangi kesenjangan mutu pendidikan antardaerah.

3. Pemerintah Pusat Dorong Peningkatan Kompetensi Guru

Selain membenahi proses rekrutmen, pemerintah juga berupaya meningkatkan kemampuan guru yang sudah mengajar di berbagai daerah. Salah satu langkah yang disebut dilakukan adalah memberikan pelatihan, kursus, dan penataran agar tenaga pendidik memiliki kompetensi yang lebih sesuai dengan kebutuhan pembelajaran. Upaya tersebut menjadi penting karena perubahan kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada siapa yang direkrut sebagai guru, tetapi juga bagaimana kemampuan mereka terus dikembangkan setelah berada di sekolah. Pemerintah pusat berupaya memberikan dukungan agar guru di daerah dapat memperoleh akses terhadap materi pembelajaran dan pengembangan kompetensi. Dengan peningkatan kemampuan tersebut, guru diharapkan dapat membantu siswa memahami berbagai materi secara lebih efektif, termasuk kemampuan dasar seperti berhitung dan numerasi.

4. Layar Pintar Didorong untuk Percepat Digitalisasi Pendidikan

Prabowo juga menyinggung kebijakan penyediaan layar pintar di sekolah sebagai salah satu cara untuk mempercepat digitalisasi pendidikan. Perangkat tersebut tidak hanya ditujukan sebagai sarana pendukung kegiatan belajar mengajar antara guru dan siswa, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh guru untuk meningkatkan pengetahuan serta kemampuan mereka. Melalui teknologi digital, guru dapat memperoleh berbagai bahan pembelajaran yang dapat digunakan untuk memperkaya metode pengajaran di kelas. Di sisi lain, fasilitas tersebut diharapkan dapat membuat siswa lebih tertarik mengikuti pembelajaran, terutama untuk materi dasar seperti aritmetika dan numerasi. Pemanfaatan teknologi menjadi salah satu pendekatan yang disiapkan pemerintah untuk menjembatani kesenjangan akses terhadap sumber belajar di berbagai wilayah Indonesia.

5. Digitalisasi Disebut Solusi Cepat, Rekrutmen Tetap Jadi Dasar

Meski digitalisasi pendidikan dianggap dapat memberikan dorongan cepat terhadap proses pembelajaran, Prabowo menekankan bahwa langkah tersebut bukan satu-satunya jawaban atas persoalan pendidikan. Penyediaan teknologi di sekolah dipandang sebagai cara untuk mempercepat peningkatan akses terhadap materi belajar dan membantu guru maupun siswa memperoleh sumber pembelajaran tambahan. Namun, pembenahan sistem pendidikan pada akhirnya tetap membutuhkan perubahan yang lebih mendasar. Salah satunya adalah memastikan proses rekrutmen guru berjalan dengan mempertimbangkan kompetensi dan prinsip merit. Dengan demikian, peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada perangkat digital yang tersedia di sekolah, tetapi juga pada kualitas tenaga pendidik yang menjalankan proses pembelajaran. Pemerintah masih perlu melakukan pembenahan secara bertahap agar peningkatan mutu pendidikan dapat berlangsung secara lebih menyeluruh.

PrabowoSubianto
PendidikanIndonesia
RekrutmenGuru

pendidikan

Fenomena Terkini






Trending