
JAKARTA – Universitas Indonesia (UI) resmi menghentikan operasional Sistem Informasi Akademik-Next Generation (SIAK-NG) sebagai bagian dari transformasi digital di lingkungan kampus. Mulai Kamis, 6 Agustus 2026 pukul 18.00 WIB, seluruh layanan akademik yang sebelumnya terpusat di SIAK-NG akan dimigrasikan ke sistem baru bernama Student Lifecycle Management (SLCM). Langkah ini menjadi bagian dari upaya UI menghadirkan layanan administrasi akademik yang lebih modern, terintegrasi, dan mampu mendukung kebutuhan sivitas akademika di masa mendatang.
Penutupan SIAK-NG dilakukan untuk mendukung proses pemindahan seluruh data akademik ke platform Student Lifecycle Management (SLCM). Universitas Indonesia menjelaskan bahwa penghentian akses sementara terhadap sistem lama bertujuan menjaga konsistensi serta keamanan data selama proses migrasi berlangsung. Dengan langkah tersebut, seluruh informasi akademik mahasiswa, dosen, maupun tenaga kependidikan akan dipindahkan secara menyeluruh ke sistem baru tanpa mengurangi data yang telah tersimpan selama bertahun-tahun. Sivitas akademika juga diimbau mengikuti jadwal migrasi yang telah ditetapkan agar seluruh proses administrasi berjalan lancar tanpa kendala.
SIAK-NG atau Sistem Informasi Akademik-Next Generation merupakan platform digital yang selama bertahun-tahun menjadi pusat layanan akademik Universitas Indonesia. Sistem ini digunakan oleh mahasiswa sejak awal perkuliahan hingga menyelesaikan studi. Berbagai aktivitas administrasi akademik dapat dilakukan secara daring melalui satu portal terpadu, sehingga memudahkan proses pengelolaan data akademik. Kehadiran SIAK-NG juga menjadi bagian penting dalam digitalisasi layanan pendidikan di UI karena mampu menghubungkan mahasiswa, dosen, fakultas, dan unit administrasi dalam satu sistem yang saling terintegrasi.
Selama beroperasi, SIAK-NG menyediakan berbagai layanan penting yang menunjang kegiatan akademik mahasiswa. Mulai dari pengisian dan perubahan Kartu Rencana Studi (KRS), melihat jadwal perkuliahan, mengakses nilai mata kuliah, memantau riwayat akademik, hingga mengelola pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT). Selain itu, sistem ini juga menjadi pusat informasi administrasi akademik lainnya, sehingga mahasiswa tidak perlu datang langsung ke kampus untuk mengurus berbagai keperluan. Karena perannya yang sangat vital, proses migrasi ke SLCM dilakukan secara hati-hati agar seluruh layanan tetap dapat digunakan dengan baik setelah sistem baru dioperasikan.
Student Lifecycle Management (SLCM) dipersiapkan sebagai pengganti SIAK-NG dengan membawa konsep pengelolaan siklus kehidupan mahasiswa secara lebih menyeluruh. Sistem ini diharapkan mampu mengintegrasikan berbagai proses akademik, mulai dari penerimaan mahasiswa baru, kegiatan perkuliahan, administrasi akademik, hingga kelulusan dalam satu platform yang lebih efisien. Dengan teknologi yang lebih mutakhir, SLCM diproyeksikan mampu meningkatkan kualitas pelayanan, mempercepat proses administrasi, serta menghadirkan pengalaman digital yang lebih nyaman bagi seluruh sivitas akademika Universitas Indonesia.
Universitas Indonesia menegaskan bahwa seluruh data yang sebelumnya tersimpan di SIAK-NG akan tetap tersedia setelah proses migrasi selesai. Mahasiswa tidak perlu khawatir kehilangan riwayat akademik, nilai, jadwal kuliah, maupun data administrasi lainnya karena seluruh informasi akan dipindahkan ke dalam sistem SLCM. Bagi mahasiswa atau sivitas akademika yang memerlukan bantuan selama masa transisi, UI juga telah menyiapkan layanan informasi melalui Sentra Informasi dan Pelayanan Publik (SIPP) yang dapat dihubungi melalui berbagai kanal resmi. Dengan dukungan tersebut, proses perpindahan sistem diharapkan berlangsung lancar sekaligus menjadi langkah penting dalam memperkuat transformasi digital di lingkungan Universitas Indonesia.