
Kuatbaca.com - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melakukan perubahan mekanisme waktu pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SMA, SMK, dan sederajat pada 2026. Salah satu perubahan yang menjadi perhatian adalah pelaksanaan tes yang kini dibuat serempak di seluruh wilayah Indonesia.
Kebijakan tersebut berkaitan dengan adanya tiga zona waktu di Indonesia, yakni Waktu Indonesia Barat (WIB), Waktu Indonesia Tengah (WITA), dan Waktu Indonesia Timur (WIT). Meskipun angka jam pada setiap daerah berbeda, peserta TKA akan memulai ujian pada waktu yang sama jika dikonversikan berdasarkan zona waktunya.
Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen Rahmawati menjelaskan perubahan ini sekaligus menjadi penyempurnaan dari mekanisme TKA yang diterapkan pada 2025. Pada pelaksanaan sebelumnya, terdapat perbedaan waktu mulai antara peserta di Indonesia Barat dengan peserta yang berada di Indonesia Tengah dan Timur.
"Saat ini, antara Indonesia Barat, Indonesia Tengah, dan Indonesia Timur ini mulainya barengan. Barengan ini artinya serempak bersamaan. Jam 7.00 Indonesia Barat itu sama dengan jam 8.00 Indonesia Tengah, sama dengan jam 9.00 Indonesia Timur," sampainya dalam Webinar Bincang SMA TKA.
Dengan mekanisme baru tersebut, peserta di seluruh wilayah Indonesia mengikuti ujian berdasarkan waktu yang telah disinkronkan secara nasional.
1. Sistem Serempak untuk Mencegah Peserta Saling Bertukar Informasi
Perubahan jadwal TKA 2026 tidak hanya berkaitan dengan penyesuaian teknis. Kebijakan tersebut juga diarahkan untuk mempersempit peluang terjadinya kecurangan selama pelaksanaan tes.
Pada TKA 2025, peserta yang berada di wilayah Indonesia Barat dapat memulai ujian lebih awal dibandingkan peserta yang berada di Indonesia Tengah maupun Indonesia Timur. Perbedaan waktu tersebut berpotensi memberikan kesempatan bagi peserta untuk memperoleh informasi mengenai materi ujian dari peserta lain yang sudah lebih dahulu mengikuti tes.
Kemendikdasmen kini menutup celah tersebut dengan menyamakan waktu mulai berdasarkan zona masing-masing. Artinya, peserta yang berada di Jakarta dan peserta yang berada di Papua memang akan melihat angka jam yang berbeda, tetapi keduanya memulai TKA pada momen yang sama secara nasional.
"Maka perbedaan waktu itu murni selisih dari zona waktu, tapi pelaksanaan TKA-nya dilakukan secara serempak," imbuh Rahmawati.
Dengan pola ini, peserta tidak memiliki kesempatan untuk menunggu teman di wilayah lain selesai atau lebih dahulu mengerjakan soal, kemudian meminta informasi mengenai materi yang sedang diujikan.
2. Celah Menanyakan Soal kepada Teman di Wilayah Lain Ditutup
Rahmawati secara khusus menjelaskan bahwa mekanisme serempak tersebut diterapkan untuk mencegah peserta memanfaatkan perbedaan zona waktu sebagai peluang memperoleh informasi ujian.
Sebelumnya, peserta bisa saja mencoba menghubungi teman yang berada di wilayah dengan waktu lebih cepat untuk menanyakan gambaran soal. Dengan jadwal yang kini disinkronkan, skenario tersebut tidak lagi memungkinkan karena seluruh peserta memulai ujian secara bersamaan.
"Jadi yang seperti lalu bisa iseng-iseng coba nanya deh sama temanku yang ada di Papua yang udah duluan 1 jam pelaksanaannya tadi, bagaimana soalnya. Ini tidak sudah memungkinkan ya, karena semuanya akan memulai pada waktu yang serempak," tegas Rahmawati.
Kebijakan ini diharapkan membuat proses asesmen lebih adil bagi seluruh peserta. Setiap siswa akan menghadapi tes berdasarkan kemampuan masing-masing tanpa mendapatkan keuntungan dari peserta lain yang berada di zona waktu berbeda.
Selain mencegah pertukaran informasi, sistem serempak juga menjadi bagian dari upaya memperkuat integritas pelaksanaan TKA secara nasional.
3. TKA 2026 Berlangsung Selama Empat Hari
Pelaksanaan TKA 2026 berlangsung dalam empat hari. Dalam rangkaian tersebut, peserta akan mengikuti ujian melalui tiga sesi setiap harinya.
Pembagian sesi dilakukan dengan mempertimbangkan perbedaan zona waktu di Indonesia. Karena pelaksanaannya serempak, waktu yang tercantum dalam WIB, WITA, dan WIT memiliki selisih satu hingga dua jam.
Pada hari pertama dan kedua, terdapat tiga sesi pelaksanaan. Sesi pertama berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 08.45 WIB. Di wilayah WITA, ujian berlangsung pada pukul 08.00-09.45, sedangkan peserta di WIT mengikuti ujian pukul 09.00-10.45.
Sesi kedua pada hari pertama dan kedua berlangsung pukul 09.30-11.15 WIB. Untuk WITA waktunya menjadi 10.30-12.15, sedangkan WIT berlangsung pukul 11.30-13.15.
Sementara sesi ketiga dimulai pukul 12.00-13.45 WIB. Peserta di WITA mengikuti sesi pada pukul 13.00-14.45, sedangkan di WIT berlangsung pukul 14.00-15.45.
4. Jadwal TKA 2026 Hari Ketiga
Memasuki hari ketiga, durasi setiap sesi mengalami penyesuaian. Sesi pertama dijadwalkan berlangsung pukul 07.00-08.20 WIB. Peserta di WITA mengikuti ujian pada pukul 08.00-09.20 dan peserta WIT pada pukul 09.00-10.20.
Sesi kedua dimulai pukul 09.05-10.25 WIB. Untuk wilayah WITA, jadwalnya adalah 10.05-11.25, sedangkan wilayah WIT berlangsung pada pukul 11.05-12.25.
Selanjutnya, sesi ketiga hari ketiga dilaksanakan pukul 11.10-12.30 WIB. Peserta WITA mengikuti ujian pada pukul 12.10-13.30, sementara peserta WIT menjalani sesi tersebut pada pukul 13.10-14.30.
Peserta perlu mencermati waktu yang berlaku sesuai wilayah masing-masing. Meskipun pelaksanaannya serentak, angka jam pada jadwal tetap berbeda karena Indonesia memiliki tiga zona waktu.
5. Jadwal TKA 2026 Hari Keempat
Pada hari keempat, sesi pertama dijadwalkan berlangsung pukul 07.00-09.05 WIB. Peserta di wilayah WITA mengikuti ujian pada pukul 08.00-10.05, sedangkan peserta WIT mengerjakan tes pada pukul 09.00-11.05.
Sesi kedua berlangsung pukul 09.35-11.40 WIB. Untuk wilayah WITA, jadwalnya adalah 10.35-12.40, sedangkan peserta di WIT mengikuti ujian pukul 11.35-13.40.
Adapun sesi ketiga menjadi sesi terakhir dalam rangkaian jadwal TKA hari keempat. Sesi tersebut berlangsung pukul 12.10-14.15 WIB, atau 13.10-15.15 WITA dan 14.10-16.15 WIT.
Dengan adanya pembagian tersebut, peserta perlu memastikan jadwal yang digunakan sesuai zona waktu lokasi pelaksanaan. Kesalahan memahami zona waktu dapat menyebabkan peserta terlambat masuk ke sesi ujian.
6. Peserta Perlu Memahami Konsep Waktu Serempak
Penerapan waktu serempak pada TKA 2026 perlu dipahami secara tepat. Serempak bukan berarti seluruh peserta di Indonesia melihat angka jam yang sama ketika ujian dimulai. Perbedaan angka pada jam tetap ada karena Indonesia terbagi menjadi WIB, WITA, dan WIT.
Sebagai contoh, ketika peserta di wilayah WIB mulai mengerjakan TKA pukul 07.00, peserta di wilayah WITA memulai pada pukul 08.00 dan peserta di WIT pada pukul 09.00. Ketiganya tetap memulai tes pada satu waktu yang sama jika dihitung berdasarkan waktu universal.
Pola tersebut membuat peserta di satu wilayah tidak memiliki keuntungan waktu terhadap peserta di wilayah lain. Dengan demikian, kesempatan untuk memperoleh informasi mengenai soal dari peserta yang sudah lebih dahulu mengikuti ujian dapat ditekan.