
Kuatbaca.com-Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) mengungkapkan bahwa wilayah laut Indonesia menyimpan cadangan dan nilai potensi ekonomi yang sangat melimpah, diperkirakan mencapai 210 miliar dolar AS. Angka tersebut mencakup berbagai sub-sektor unggulan seperti perikanan tangkap, budidaya bahari, bioteknologi kelautan, hingga pemanfaatan jasa lingkungan pesisir.
Untuk mengoptimalkan potensi raksasa tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan menegaskan komitmennya dalam menerapkan kebijakan ekonomi biru (blue economy). Pendekatan ini berfokus pada keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya alam untuk pertumbuhan ekonomi nasional dan perlindungan ekosistem laut agar tetap lestari.
Tingginya estimasi nilai ekonomi sektor bahari ini diharapkan dapat menarik investasi strategis, baik dari dalam maupun luar negeri, guna memperkuat sarana infrastruktur perikanan. Selain itu, optimalisasi pengelolaan laut ditujukan untuk meningkatkan daya saing produk kelautan serta mendorong taraf kesejahteraan para nelayan dan pelaku usaha pesisir.
Pemerintah juga menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap kawasan perairan guna mencegah praktik penangkapan ikan ilegal (illegal fishing) dan kerusakan lingkungan. Sinergi antara pemanfaatan ekonomi berkelanjutan dan penegakan hukum menjadi kunci utama menjaga potensi kelautan Indonesia bagi generasi mendatang.